DONGGALA, FOKUS RAKYAT.NET – Komisi I DPRD Donggala menunjukkan keprihatinannya terhadap tingginya angka stunting di daerah tersebut. Angka stunting di Donggala mencapai 34 persen, yang menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Untuk mengatasi permasalahan ini, sinergitas antara lembaga daerah di Donggala dianggap sangat penting.
Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi I DPRD Donggala, dalam pertemuan dengan DPRD Maros, menyoroti isu pendidikan dan kesehatan yang berkaitan dengan stunting. Pertemuan antara DPRD Donggala dan DPRD Maros membahas berbagai strategi penanganan stunting serta isu penting lainnya yang mempengaruhi kondisi kesehatan dan pendidikan di kedua kabupaten.
BACA JUGA : Polres Parimo dan TNI Bersatu Menanam Harapan : Pelestarian Mangrove untuk Masa Depan Ekologi
Komisi I DPRD Donggala memberikan apresiasi atas masukan dan catatan yang diberikan oleh anggota DPRD Maros. Pertukaran informasi dan pengalaman diharapkan dapat mendukung upaya penanganan stunting di Donggala. Pemkab Maros juga turut berkontribusi dengan memberikan beasiswa kepada 1.000 mahasiswa setiap tahun dan perlengkapan sekolah untuk siswa SD, SMP, dan SMA.
Dalam upaya meningkatkan penanganan stunting secara spesifik, Pemkab Maros memperkenalkan aplikasi khusus yang akan membantu dalam mendata dan menangani permasalahan stunting dengan lebih efektif. Isu stunting sendiri merupakan isu internasional yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo.
BACA JUGA : Kakek 62 Tahun Diamankan Polisi karena Pelecehan Terhadap Bocah 13 Tahun, Dalih Pengobatan Terbongkar!
Untuk menurunkan angka stunting di Maros, sinergi antara Kabupaten Maros dan Donggala dianggap sangat penting. Kerjasama antara kedua daerah ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang efektif dalam mengatasi permasalahan stunting serta memperkuat upaya perlindungan kesehatan dan pendidikan anak-anak.
BACA JUGA : Polresta Mamuju Berhasil Tangkap Pelaku Pelemparan Mobil dan Pencurian Spesialis Rumah Kosong
DPRD Donggala dan Maros berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam penanganan stunting serta mengambil langkah-langkah konkret guna menjaga kesehatan dan masa depan generasi muda di kedua kabupaten.
(***/ANTO JABIR)
