Palu — Media online Fokusrakyat.net dengan tagline mengungkap fakta dengan santun, baru saja merayakan hari jadi ke 3 tahun.
Tepatnya 15 Maret 2024, dirgahayu media Fokusrakyat.net dirayakan dengan rangkaian syukuran bersama.
Karena bertepatan di momen bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah, tim redaksi menggelar kegiatan berbagi sembako.
Melonjaknya harga bahan pokok sembako dari beras, gula, minyak goreng, dan sembako lainya, maka tim redaksi antusias berbagi sembako tersebut.
Memasuki usia ke 3 tahun ini, media Fokusrakyat.net lebih berbenah dan semakin dewasa menghadapi rintangan.
Alhasil, satu persatu berbagai problem bisa teratasi dengan baik.
Perjalanan panjang media ini tentu tidak hanya sampai disini, akan tetapi terus ditingkatkan, dimana yang baik dipertahankan dan yang buruk cukup diambil hikmahnya saja.
Bukan kaleng-kaleng lagi, yang dulunya sejumlah wartawan belum mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW), saat ini sudah berkompeten mengantongi kartu wartawan dari Dewan Pers.
Sejumlah wartawan media Fokusrakyat.net, mengikuti UKW difasilitasi lembaga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulteng bersama Dewan Pers.
Selain itu, media ini juga tercatat sebagai salah satu Perusahaan Pers tergabung di dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sulteng.
Pada Rakernas SMSI bertepatan dengan event Hari Pers Nasional (HPN) 2024, yang dipusatkan Ancol DKI Jakarta, media Fokusrakyat.net turut andil menghadiri undangan yang kegiatanya sukses diselenggarakan dengan kehadiran Presiden Joko Widodo.
Firmansyah C. Rasyid, selaku pimpinan media ini, mengucapkan puji syukur atas capaian yang diperoleh media ini bisa eksis hingga saat ini.
Dia mengatakan, banyak peran sahabat dan rekan sejawat yang mendukung langkah berdirinya media ini.
“Banyak yang belum tahu kalau dari mahasiswa itu, saya sudah wartawan loh, ya sekitar awal 2010 sudah liputan, sampai hampir tidak selesai kuliahnya karena asik kerja,” ungkap Firman, sapaanya, mengenang masa itu.
Kata dia, setelah gempa dan tsunami 2018 lalu, sudah punya niat mendirikan media ini, tapi belum kesampaian. Barulah awal tahun 2021, dari niat coba-coba bisa berdiri hingga sekarang.
“Waktu itu masa Covid, tapi alhamdulilah dengan niat bersungguh-sungguh bisa melewatinya,” ungkapnya lagi.
PERJALANAN PANJANG KAMI
Perjalanan panjang dengan mematangkan pengalaman dan emosial bisa mengantarkan saya hingga ke titik saat ini.
Akan tetapi peran sahabat tidak luput dari keberhasilan kita, saya tidak bisa lupakan itu.
Dipenghujung tahun 2019, saya mengenang masa sulit dimana sahabat Heru memanggilnya ke Palu dari keterpurukan akibat kekalahan Pilkades.
Heru Kaboter itu bukan lagi sekadar sahabat, tapi kakak bagi saya hehe.
Kemudian, sahabat yang mengambilkan barang-barang dari Pasangkayu ke Kota Palu itu, adalah Revol.
Beliau (Revol) kawan sejati yang mengajarkan saya tentang saling membantu, orangnya sangat baik dan suka menolong.
Sahabat lain adalah Ikbal Borman, yang mengajarkan awal mula merintis media ini.
Si manis, sapaan Ibeng, meski orangnya sedikit menjengkelkan tapi orangnya sangat asik berteman. Orangnya ceplas ceplos, saya pernah gemeteran saat kami berdua di Jakarta pernah mengamuk di salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Katanya man jangan takut di Ibukota, karena kita keturunan kerajaan hehe.
Saat itu, Ibeng menelpon Dhani, dia bilang buatkan Website itu Firman, uangnya gampang diatur. Dalam hatiku aman dibayarkan lagi karena duit masih sekarat saat itu, alhamdulilah Om Dhani bisa dibayar 2 kali hehe.
Sampai dititik ini, tim redaksi tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Hermantony, yang banyak sering dan bahkan mengajarkan beberapa teknis investigasi. Sampai saat ini saya banyak berhutang budi dengan kita po (Tony), melalui kesempatan ini kami ucapkan terimakasih banyak setinggi-tingginya.
Terakhir, adalah dua sahabat penting kami adalah Zulfitra dan Andre Wattimena, kami saling melengkapi bahkan berkelahi. Tapi kedewasaanlah yang mempersatukan kami.
