Cinta Reseky Maharani, Siswi SMPN 6 Palu, Melaju ke Puncak Ajang Missicon Sulteng

PALU — Jika tak ada aral melintang, malam ini, Sabtu (26/9/2026), digelar grand final pemilihan Mister & Missicon Sulawesi Tengah 2026. Ajang tersebut berlangsung di Gedung Manggala, yang berada di lingkungan Markas Komando Distrik Militer 132 Tadulako, di samping Komando Pasukan Gerak Cepat Panglima Divisi Infanteri XXIII/Palaka Wira, Palu.

Pemilihan yang diselenggarakan HIMOKAMI Production ini telah berlangsung sejak Senin (21/9/2026). Salah satu dari 26 finalis yang tampil adalah Cinta Reseky Maharani, siswi SMP Negeri 6 Palu. Selama rentang kegiatan dari 21 hingga 26 September, Cinta bersama para peserta lainnya mengenakan busana karya anak bangsa, mulai dari kain batik khas Kaili hingga pakaian adat yang mewakili berbagai daerah di Sulawesi Tengah — Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Tolitoli, Buol, Banggai Kepulauan, Morowali, hingga Morowali Utara.

Prestasi ini menambah deretan keberhasilan Cinta Reseky Maharani. Sebelumnya, mengenakan gaun malam karya desainer lokal Palu, ia meraih Juara 1 Kategori Pra-Remaja (Preteen) sekaligus Juara 2 Kategori Pilihan Publik pada ajang Grand Final Junior Top Model 2026.

Ajang tersebut digelar Yayasan Dey Ante Yojo Pageant, berlangsung bertahap sejak 1 September hingga 6 September 2026 — dimulai dari Palu Grand Mall, berlanjut di Swiss-Belhotel, dan puncaknya di Aula Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Minggu malam (6/9/2026).

Keberhasilan Cinta tak lepas dari bimbingan pelatihnya, Aldo, serta dukungan Kepala SMP Negeri 6 Palu, Hartadi Gatot, yang memberikan izin dan kelonggaran agar Cinta dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam ajang Junior Top Model 2026, peserta dibagi menjadi empat kategori: Siswa/Siswi SMA (Teen), Pelajar SMP (Preteen), Murid SD (Kids), serta anak usia Taman Kanak-Kanak (Mini). Dari masing-masing kategori dipilih lima finalis, yang kemudian diseleksi untuk menentukan peraih Juara 1, 2, dan 3.

Salah seorang panitia yang meminta identitasnya tidak disebutkan menjelaskan proses seleksi tersebut. Sementara itu, Ketua Yayasan Dey Ante Yojo Pageant, Andar Zulkarnain, menyampaikan kepada 44 finalis, orang tua, dan tamu undangan bahwa keputusan dewan juri bersifat final, independen, dan tidak dapat diganggu gugat.

“Saya mohon kepada Bapak dan Ibu sekalian, jangan kecewa atas capaian anak-anak. Penilaian juri didasarkan pada kemampuan masing-masing, dan Bapak Ibu dapat melihat sendiri siapa yang tampil paling baik,” ujar Andar Zulkarnain.

Ia juga mengimbau agar orang tua tidak melampiaskan kekecewaan di media sosial apabila hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. “Pengalaman kami sebelumnya, kerap ada yang melampiaskan kekecewaan di media sosial. Kami mohon agar hal itu tidak terjadi. Terima kasih atas pengertian Bapak Ibu,” tambahny

Lomba ini, kata Andar, bertujuan mengasah bakat sekaligus membangun kepercayaan diri dan mental anak-anak agar berani tampil di hadapan publik, serta menanamkan sikap sportivitas. “Ini adalah ajang kompetisi, bukan sekadar pamer karya desainer. Maka kita harus berlapang dada menerima kemenangan maupun kekalahan,” harapnya.

Sementara itu, Ety H. Kiding, ibu dari Cinta Reseky Maharani, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan doa. “Prestasi putri kami tidak terlepas dari dukungan sahabat, kerabat, mitra, Kepala SMP Negeri 6 Palu beserta para guru, serta teman-teman Cinta,” ungkapnya.

Publik yang ingin mendukung Cinta Reseky Maharani pada malam ini dapat memberikan suara melalui pemindaian kode QRIS dengan nominal donasi pilihan, mulai dari Rp100.010 hingga Rp1.000.010.

pasang iklan
error: Content is protected !!