KAPOLDA
Berita  

Cerita Ibu Satria di Donggala: Harapan untuk Bantuan Beras dan Telur untuk Putranya yang Terkena Stunting

Satria salah satu dari ribuan ibu rumah tangga yang ada di kabupaten Donggala tak ingin anaknya sakit, apalagi sampai terkena stunting. (DOK)

Donggala – Kisah Satria, seorang ibu muda di Kabupaten Donggala, mengungkap perjuangannya menghadapi stunting yang diderita anaknya, Faiz (3 tahun 9 bulan).

Dengan harapan untuk memeriksakan kondisi Faiz.

Satria spontan datang ke kegiatan bakti sosial Polres Donggala pada Sabtu lalu.

Meski ternyata kegiatan tersebut hanya menyediakan layanan donor darah dan pemeriksaan kesehatan umum.

Sesampainya di lokasi, meski sempat ragu, Satria tetap memeriksakan putranya setelah diizinkan oleh petugas.

Saat ditemui, Satria mengisahkan bahwa ia baru mengetahui kondisi anaknya terkena stunting saat pendataan dilakukan oleh Ketua RT.

Meski telah menerima bantuan makanan tambahan dan obat penambah nafsu makan.

Satria berharap ada bantuan beras dan telur sebagai kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkannya.

“Tidak ada susu yang diberikan, hanya obat penambah nafsu makan. Tapi kalau beras dan telur habis di rumah, apa yang mau saya kasih makan?” ucapnya sambil tersenyum getir.

Menurut Satria, anak keduanya ini sangat ia harapkan tumbuh sehat, terlebih setelah anak pertamanya meninggal.

“Saya sudah kehilangan anak pertama saya, dan saya tidak mau kehilangan Faiz juga. Sebagai ibu, tentu ingin anaknya sehat dan bisa bersekolah,” ujarnya haru.

Data menunjukkan bahwa angka stunting di Donggala meningkat 2,9 persen pada 2022, menjadikan prevalensi stunting mencapai 32,4 persen.

Donggala kini menduduki peringkat kedua tertinggi stunting di Sulawesi Tengah.

Meski telah dialokasikan dana sebesar Rp46 miliar di tahun 2023 untuk penanganan stunting di Donggala, yang tersebar ke 11 OPD terkait, angka stunting belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Sekretaris Dinas Keuangan Donggala, Anas, menyatakan bahwa pihaknya hanya bertanggung jawab pada proses pencairan anggaran.

Sedangkan alokasi dan peruntukannya sepenuhnya berada di OPD terkait.

“Kami hanya melakukan proses pencairan, nanti ketahuan untuk stunting saat laporan SPJ keluar,” ujarnya.

Selain memiliki angka stunting tertinggi di Sulawesi Tengah, Kabupaten Donggala juga menjadi salah satu dari 160 kabupaten/kota di Indonesia yang menjadi fokus penurunan stunting.

Pihak Pemkab Donggala menantikan hasil audit BPK untuk evaluasi kinerja pengelolaan dana stunting, guna memastikan dana yang ada benar-benar tepat sasaran.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!