Berita  

Banjir Melanda Desa Palau dan Desa Malei, Tim Reaksi Cepat BPBD Segera Tangani

banjir
Jembatan penghubung Desa Walandano - Malei mengalami kerusakan akibat banjir melanda wilayah tersebut. (Foto BPBD Sulteng)

Donggala, fokusrakyat.net — Desa Palau dan Desa Malei, yang terletak di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, mengalami bencana banjir pada tanggal 3-4 Juli 2023.

Kejadian ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, yang menyebabkan Sungai Singkilat dan Sungai Malei meluap. Banjir tersebut menimbulkan dampak signifikan pada pemukiman warga dan fasilitas umum di dua desa tersebut.

Dalam laporan sementara yang ditandatangani oleh Kepala BPBD Provinsi Sulteng, Akris Fattah, disebutkan bahwa ketinggian banjir mencapai ± lutut orang dewasa.

Selain itu, banjir juga membawa material lumpur yang mengenai rumah-rumah warga dan merusak beberapa fasilitas umum.

Terdapat 28 unit rumah yang terdampak, dengan 5 unit rumah mengalami dampak lumpur dan 1 unit rumah mengalami kerusakan berat.

Baca juga : Polda Sulteng Memanfaatkan Lahan Pekarangan untuk Menanam Cabai dan Buah-Sayuran

Jumlah kepala keluarga yang terkena dampak banjir mencapai 32 KK. Selain itu, beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, termasuk 1 jembatan penghubung Desa Walandano – Malei, 1 gereja, dan 1 gedung SMPN SATAP 6 Balaesang Tanjung.

Meskipun dampak material cukup signifikan, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat bencana ini.

Menyikapi kejadian ini, Tim Reaksi Cepat BPBD Provinsi Sulteng segera melakukan assessment dan berkoordinasi dengan aparat Desa Palau dan BPBD Kabupaten Donggala.

Langkah-langkah mendesak yang diperlukan meliputi normalisasi sungai, penyediaan terpal, serta pembangunan jembatan darurat untuk memulihkan kondisi secepat mungkin.

Baca juga : Lagi, Gadis 21 Tahun Di Tojo Una-una Tewas Dimangsa Buaya

Setelah beberapa waktu, hujan mulai reda, dan air banjir perlahan surut. Hal ini memberikan harapan bagi warga Desa Palau dan Desa Malei untuk memulai proses pemulihan dan rehabilitasi.

Informasi mengenai titik lokasi kejadian banjir dapat diakses melalui tautan Google Maps yang disediakan dalam laporan sementara.

Sumber informasi mengenai laporan tersebut berasal dari Kepala Desa Palau dan Malei, serta BPBD Donggala.

Baca juga : Kasus Pencabulan Anak dibawah Umur, Oknum Guru Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Selain itu, laporan juga ditujukan kepada Kepala BNPB, Deputi Penanganan Darurat BNPB, dan Deputi Logistik dan Peralatan BNPB sebagai langkah koordinasi yang penting dalam menangani bencana ini.

Terkait dengan hal ini, Gubernur Sulawesi Tengah, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah juga menerima laporan mengenai kejadian banjir di Desa Palau dan Desa Malei.

Langkah ini menunjukkan tanggapan cepat dan keseriusan pemerintah provinsi dalam menangani bencana dan mendukung pemulihan wilayah yang terdampak.

Dalam situasi ini, koordinasi dan kerjasama antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, BPBD, dan seluruh stakeholder terkait sangat penting untuk memulihkan kondisi Desa Palau dan Desa Malei. Diharapkan bahwa langkah-langkah yang diambil akan membantu masyarakat dalam mengatasi dampak banjir ini dan memulihkan kehidupan mereka ke kondisi normal.***

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Penulis: FR02Editor: ATARISYAH AZHAR
error: Content is protected !!
Exit mobile version