
Menurutnya, petani tidak boleh lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, akses lahan, serta ancaman perampasan tanah oleh kelompok tertentu.
Anwar, yang dikenal sebagai mantan Bupati Morowali dua periode dan anggota DPR RI, menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh petani di Sulteng atas kontribusi mereka.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi petani di wilayah tersebut.
“Tersedianya pupuk serta peran aktif pemerintah dalam menyelesaikan masalah petani adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian,” kata Anwar.
Ia menegaskan, jika pasangan BERANI (Bersama Anwar Reni) terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, mereka akan menjamin hak-hak petani terpenuhi.
Dalam pidatonya, Anwar menyoroti berbagai tantangan yang masih menghantui petani, termasuk akses yang sulit terhadap pupuk, tata niaga yang penuh ketidakpastian, hingga keberadaan mafia pertanian yang meresahkan.
Konflik agraria juga menjadi isu serius yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Menyambut pernyataan Anwar, Aktivis Pejuang Agraria dan HAM, Eva Bande, menilai pentingnya sosok seperti Anwar Hafid yang berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak petani dan menyelesaikan konflik agraria di Sulteng.
Eva menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh pasangan BERANI sangat relevan dengan data BPS yang menunjukkan adanya 457.492 unit Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di Sulteng.
Ia menegaskan bahwa kebijakan yang difokuskan pada komoditas unggulan seperti cengkeh dan cokelat akan memberi dampak besar bagi kemajuan sektor pertanian di Sulteng.
“Selamat Hari Tani 2024, semoga petani terus BERANI menyuarakan hak-haknya dan mendorong sektor pertanian sebagai sumber ekonomi paling maju di Sulteng,” tutup Anwar Hafid.






























