Berita  

50 Tahun Transmigrasi Tinombala, Gubernur Papar Program Pembangunan Menyeluruh

PARIMO – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulteng, Sri Nirwanti Bahasoan, menghadiri peringatan emas atau 50 tahun berdirinya kawasan Transmigrasi Unit 3 Desa Tinombala, Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu (6/6/2026). Kehadiran ini menjadi bukti perhatian pemerintah provinsi terhadap perjalanan panjang dan peran masyarakat transmigrasi dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kehadirannya murni didasari rasa tanggung jawab dan kasih sayang kepada rakyat, bukan karena kepentingan lain. “Saya datang ke sini bukan karena ada kepentingan. Ini karena kecintaan saya kepada masyarakat. Saya tidak mau dibilang datang hanya kalau ada maunya,” tegas Anwar Hafid di hadapan warga yang hadir.

Pada kesempatan bersejarah ini, Gubernur memaparkan sejumlah program strategis yang digulirkan pemerintah, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Program-program tersebut dikelompokkan dalam visi pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga nilai keagamaan.

Fokus Utama: Bangun Kualitas SDM
Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi prioritas utama. Melalui program unggulan “Berani Cerdas”, pemerintah provinsi menghapus segala bentuk pungutan di jenjang SMA, SMK, dan SLB, serta memberikan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang bersekolah di lembaga swasta. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai putus sekolah karena alasan biaya.

“Kita tidak boleh lagi ada anak yang putus sekolah karena biaya. Pemerintah harus hadir. Target kita, pada tahun 2045 rata-rata pendidikan masyarakat kita minimal tamat SMA,” ujarnya optimis.

Dukungan terhadap pendidikan juga diperluas hingga ke jenjang perguruan tinggi melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka, di mana biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah provinsi agar masyarakat memiliki akses ilmu pengetahuan yang setara.

Sementara itu, di bidang kesehatan, program “Berani Sehat” menjamin layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dukungan ini juga diperkuat dengan program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat, bertujuan menyiapkan generasi muda Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan cerdas di masa depan.

Dorong Ekonomi Melalui Hilirisasi
Di sektor pertanian dan ekonomi, Gubernur memperkenalkan program “Berani Panen Raya”. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi lebih jauh mengarahkan masyarakat untuk melakukan pengolahan hasil pertanian di dalam daerah, agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati oleh warga setempat.

Anwar Hafid mengungkapkan telah menjalin komunikasi dengan investor dari Tiongkok untuk membangun industri pengolahan di Sulawesi Tengah, sehingga hasil bumi tidak lagi dikirim dalam bentuk mentah.

“Kita tidak mau lagi hasil kita dibawa keluar dalam bentuk mentah. Kita ingin diolah di sini supaya nilai tambahnya dinikmati masyarakat. Komoditas seperti kelapa memiliki potensi besar, bahkan air kelapa saja bisa dijual dengan harga jauh lebih tinggi di pasar internasional jika sudah diolah,” jelasnya.

Pembangunan Berbasis Nilai Spiritual
Selain kemajuan fisik dan ekonomi, kesejahteraan masyarakat juga harus dibarengi dengan keberkahan hidup. Melalui program “Berani Berkah”, Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memakmurkan rumah ibadah, baik masjid, gereja, maupun pura, sebagai pusat penyebaran nilai kebaikan dan persaudaraan.

“Kalau kita ingin daerah ini aman, sejahtera, dan penuh keberkahan, maka ramaikanlah tempat ibadah. Dari situlah keberkahan itu datang,” pesannya.

Guna menjamin pelayanan yang responsif dan mendengar suara rakyat secara langsung, Gubernur juga membuka jalur pengaduan resmi melalui aplikasi WhatsApp yang beroperasi selama 24 jam. Masyarakat dipersilakan menyampaikan keluhan, usulan, atau kendala yang dihadapi agar segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Peringatan 50 tahun transmigrasi di Desa Tinombala ini bukan sekadar perayaan masa lalu, melainkan momentum baru untuk memperkuat tekad bersama mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, maju secara ekonomi, cerdas secara intelektual, dan kuat dalam nilai-nilai keagamaan.

error: Content is protected !!
Exit mobile version