PALU – Penyaluran program Beasiswa Berani Cerdas dipastikan berjalan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan Universitas Tadulako, serta dijamin pelaksanaannya oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmansyah DP, S.H., M.Si., saat dikonfirmasi Kamis (25/6/2026).
“Pokoknya mahasiswa tenang saja, tetap semangat, fokus kuliah dan raih cita‑cita serta masa depan. Kami pastikan semua berjalan lancar, pembayaran disesuaikan jadwal yang ditetapkan pihak universitas, khususnya Universitas Tadulako,” ujar Firmansyah.
Ia juga menjelaskan mekanisme bagi mahasiswa yang sudah lebih dulu melunasi kewajiban biaya pendidikan. “Jika mahasiswa telah membayar Uang Kuliah Tunggal secara mandiri sebelum dana bantuan cair, pihak universitas akan memproses pengembalian dana sesuai tata cara yang berlaku di lingkungan kampus,” tambahnya.
Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 10.768 mahasiswa Universitas Tadulako menjadi penerima manfaat program ini. Data nama dan rincian calon penerima telah diserahkan resmi oleh pihak kampus kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah pada awal tahun akademik 2025/2026.
Salah satu penerima, Ramlan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes asal Kabupaten Toli‑Toli menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. Bantuan ini sangat berarti mengingat keterbatasan ekonomi keluarganya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Beasiswa Berani Cerdas dari Bapak Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. UKT saya terbayarkan penuh sebelum batas akhir pembayaran tanggal 26 Juni 2026, tanpa saya perlu mengeluarkan biaya sepeser pun semuanya ditanggung program ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Program Beasiswa Berani Cerdas di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Sintia Dewi Mateka Momor, mengingatkan calon peserta agar lebih teliti memahami ketentuan yang berlaku. Program ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu jalur prestasi dan jalur afirmasi. Masih banyak peserta yang keliru memilih jalur saat mengunggah berkas pendaftaran.
“Masih sering muncul pertanyaan terkait hal ini, dan kami temukan banyak yang salah memilih kategori di akun pendaftaran. Mohon pastikan kembali agar tidak keliru menentukan jalur yang sesuai persyaratan,” tegas Sintia.
Langkah ini diharapkan mempermudah akses pendidikan tinggi bagi putra‑putri daerah sekaligus menjamin proses penyaluran berjalan lebih tertib, akurat, dan tepat sasaran.
