KAPOLDA
Berita  

Pengelolaan Dana Stunting di Donggala “Mirip” Bursa Saham: Dana Rp500 Juta Tidak Terealisasi di Dinas PU

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Donggala, Moh Ali. (DOK)

Donggala – Pengelolaan dana stunting di Kabupaten Donggala kini mendapat sorotan tajam karena dianggap “mirip” dengan bursa saham, yang jumlahnya sering kali berubah-ubah.

Perbedaan data antara Kepala Dinas Keuangan Donggala, Yeni, dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola dana stunting memicu kebingungan dan kritik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Donggala, Moh Ali, menyatakan ketidakpuasannya terhadap pernyataan Kadis Keuangan Yeni yang sebelumnya menyebutkan jumlah anggaran dana stunting untuk Dinas PU sebesar Rp20 miliar.

Ali membantah hal ini dengan tegas.

“Tidak ada kami mengelola dana stunting sebesar Rp20 miliar di Dinas PU. Kami hanya menerima alokasi dana Rp500 juta untuk penanganan stunting, dan dana itu tidak terealisasi,” jelasnya pada Senin kemarin usai rapat dengan BPK Perwakilan Sulawesi Tengah.

Menurut Ali, anggaran Rp500 juta tersebut tidak digunakan karena setelah pengecekan di lapangan, target dan sasaran yang sesuai dengan program penanganan stunting tidak ditemukan.

Ali juga menjelaskan bahwa Dinas PU bukanlah pihak yang secara langsung menangani stunting, melainkan hanya berperan sebagai pendukung infrastruktur.

Lebih lanjut, Ali menambahkan bahwa Dinas PU juga mengelola dana fungsi kesehatan sebesar Rp12 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan drainase.

“Dana kesehatan ini kami alokasikan untuk proyek-proyek yang secara tidak langsung berperan dalam penurunan angka stunting, tapi tugas utama kami adalah mendukung infrastruktur, bukan menangani stunting langsung,” tambahnya.

Setelah memberikan keterangan, Ali terlihat buru-buru menuju ruang Sekda untuk kembali berdiskusi dengan BPK.

“Tabe, saya lanjutkan pembahasan stunting dengan BPK, mohon izin,” ucapnya sambil berlalu.

Ketidakjelasan data pengelolaan dana stunting di Donggala ini semakin menyoroti perlunya transparansi dan keselarasan informasi antara OPD dan pihak keuangan.

Agar dana miliaran yang dialokasikan untuk penanganan stunting benar-benar dapat digunakan secara tepat sasaran dan efisien.

HPN HPN HPN HPN HPN HPN
pasang iklan HPN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!