Pegunungan Lambunu, Dugaan Jaringan Ilegal Logging Terstruktur, Oknum Kehutanan Diduga Terlibat

PARIGI MOUTONG — Penelusuran awak media terkait dugaan aktivitas penebangan liar atau ilegal logging di kawasan Pegunungan Lambunu kini mengungkap fakta yang makin utuh, bersumber dari dua jalur sekaligus: cerita langsung yang disampaikan Nawir, serta pengamatan mata narasumber sendiri di lokasi. Gabungan keduanya melengkapi rentetan informasi sebelumnya dan semakin memperkuat dugaan adanya pola yang tersusun rapi dalam pergerakan kayu di wilayah tersebut.

Sebagaimana telah diberitakan, Nawir sempat menyampaikan bahwa segala aktivitasnya diketahui oleh Kepala Resort Kehutanan wilayah Kotaraya, Pak Wandri. Namun pemberitaan tersebut langsung disanggah sehari setelahnya — Pak Wandri menyatakan Nawir sudah tidak bermitra dengan pihak Kehutanan sejak beberapa tahun lalu.

“Seandainya pun saya mengetahui aktivitas tersebut, wilayah itu bukan berada di bawah kewenangan saya,” tegas Pak Wandri.

Kini, dari cerita langsung Nawir yang didengar narasumber, sekaligus hasil pengamatan narasumber di lapangan, terungkap adanya sosok lain yang juga diduga sebagai pegawai kehutanan di wilayah Lambunu. Narasumber sempat menyaksikan langsung oknum tersebut hadir tepat saat pengangkutan kayu berlangsung, dan kedatangannya disambut akrab oleh Nawir — seolah pertemuan seperti itu merupakan hal yang sudah terjalin dan dipahami bersama.

Dari cerita Nawir juga tersampaikan adanya praktik pemberian amplop yang dilakukan setiap kali oknum tersebut berada di lokasi. Isinya diperkirakan berkisar satu juta rupiah, bahkan seringkali nilainya lebih besar lagi. Hal ini diceritakan sendiri oleh Nawir yang didengar narasumber.

Terkait pola waktu, Nawir bercerita bahwa pengangkutan kayu sengaja diatur berlangsung pada tengah malam menjelang subuh. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang: selain untuk menghindari perhatian masyarakat, jam-jam tersebut dipilih karena diyakini lebih lengang dari pengawasan.

“Biasanya pada jam segitu pengawasan cenderung tidak ada, sehingga risiko diketahui maupun keharusan menambah pengeluaran dapat diperkecil,” demikian diutarakan Nawir, ujar narasumber saat di temui awak media ini di kediamanya 18/08/2026

Gabungan antara cerita langsung Nawir dan pengamatan langsung narasumber di lokasi memperkuat dugaan bahwa aktivitas di kawasan Pegunungan Lambunu bukanlah kegiatan yang terjadi secara kebetulan atau perorangan semata, melainkan berjalan dengan pola yang terencana — mulai dari penentuan waktu operasi hingga adanya aliran dana yang diduga berfungsi sebagai bentuk kesepakatan bersama pihak yang berwenang di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, identitas oknum pejabat kehutanan yang dimaksud masih dirahasiakan guna menjaga proses investigasi yang terus berlangsung. Awak media akan terus menelusuri jabatan, peran, serta keterkaitan oknum tersebut dengan aktivitas di kawasan ini, termasuk berupaya mengonfirmasi langsung kepada pihak yang bersangkutan maupun Dinas Kehutanan Kabupaten Parigi Moutong.

 

Penulis: Suhirman, S.Pd.

pasang iklan
error: Content is protected !!