PALU – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang mengintai masa depan generasi muda dan pembangunan Sulawesi Tengah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol Pribadi Sembiring, dalam acara Podcast Presisi yang digelar pada Kamis (4/6/2026).
Ia menegaskan bahwa peredaran narkoba di wilayah tersebut masih menjadi perhatian utama aparat, dengan sabu-sabu sebagai jenis yang paling banyak ditemukan. Seiring waktu, pola peredarannya pun semakin kompleks, termasuk memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana transaksi dan komunikasi antarpelaku.
“Dampaknya sangat luas: merusak kesehatan fisik dan mental, memicu tindak kriminal, meretakkan hubungan keluarga, menurunkan produktivitas, hingga menghancurkan masa depan generasi muda,” ungkapnya.
Menurutnya, anak muda menjadi sasaran empuk jaringan narkoba karena sedang dalam masa pencarian jati diri, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan mudah terpengaruh lingkungan. Oleh sebab itu, edukasi bahaya narkoba harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Dalam upaya pemberantasan, aparat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari jaringan yang terus beradaptasi, modus operandi yang terus berubah, luasnya wilayah pengawasan, hingga keterlibatan kelompok terorganisir. Meski demikian, Ditresnarkoba Polda Sulteng terus meningkatkan pengawasan dan penindakan di seluruh wilayah.
Kombes Pol Pribadi menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah daerah, hingga organisasi pemuda. “Masyarakatlah yang paling dekat dengan lingkungannya, sehingga informasi dari warga sering kali menjadi kunci pengungkapan kasus,” tambahnya.
Pihaknya menerapkan strategi menyeluruh: penegakan hukum tegas, penguatan intelijen, pemanfaatan teknologi, pengawasan jalur distribusi, hingga kerja sama lintas instansi. Selain tindakan represif, langkah preventif juga terus digencarkan melalui sosialisasi dan kampanye di lingkungan pendidikan untuk membentengi generasi muda.
Ia juga berpesan kepada seluruh pemuda Sulawesi Tengah agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun, mengingat kebiasaan yang berawal dari rasa penasaran bisa berujung pada ketergantungan yang merusak masa depan. Masyarakat yang menemukan indikasi peredaran narkoba diimbau segera melapor ke polisi, dengan jaminan kerahasiaan identitas pelapor.
Di akhir sesi, ia mengajak semua pihak bersatu padu. “Menyelamatkan generasi muda adalah tanggung jawab bersama. Mari kita jaga keluarga dan lingkungan agar terbebas dari narkoba demi Sulawesi Tengah yang aman, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.
Editor: Suhirman S.Pd
