Palu, Fokusrakyat.net — Kompleks makam ulama pendiri Alkhairaat dihebohkan dengan keputusan penting yang diambil oleh Majelis Dzurriyat Guru Tua.
Dalam rapat perwakilan keluarga keturunan al-Habib Idrus bin Salim al-Jufri, keputusan untuk membekukan posisi Ketua Utama dalam struktur pengurus Alkhairaat secara resmi diumumkan.
Rapat yang dipimpin oleh Syarifah Sidah, anak Guru Tua, menjadi ajang penting bagi para keluarga dan tokoh Alkhairaat untuk mengambil langkah signifikan ini.
Dalam suasana yang penuh hikmat dan penghormatan terhadap warisan spiritual al-Habib Idrus bin Salim al-Jufri, keputusan tersebut ditetapkan untuk menjaga kebaikan dan keberlanjutan Yayasan Alkhairaat di masa depan.
Baca juga ; Penyaluran BLT Desa Karya Mandiri Membantu Masyarakat di Parigi Moutong
Sebagai bagian dari pembekuan posisi Ketua Utama, Majelis Dzurriyat Guru Tua juga menunjuk Sayyid ‘Alwi bin Saggaf al-Jufri sebagai anggota baru dalam struktur pengurus.
Dalam hal yang sama, Sayyid ‘Ali bin Muhammad al-Jufri ditunjuk sebagai ketua yang merangkap sebagai anggota pengurus Majelis Dzurriyat Guru Tua.
Pada tahap selanjutnya, Majelis Dzurriyat Guru Tua meminta ketua dan anggota pengurus untuk segera menyusun tata kerja yang baru di dalam Yayasan Alkhairaat.
Baca juga : Kapolda Sulteng Pimpin Ziarah dan Tabur Bunga sebagai Penghormatan kepada Pahlawan
Hal ini bertujuan untuk menggantikan peran yang sebelumnya diemban oleh Ketua Utama dan memastikan kelancaran kegiatan organisasi yang berfokus pada pelayanan masyarakat.
Majelis Dzurriyat Guru Tua memiliki peran penting sebagai sistem kontrol di dalam Yayasan Alkhairaat. Mereka bertanggung jawab untuk menjaga dan memastikan bahwa gerak organisasi berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat Majelis Dzurriyat Guru Tua dalam menjaga kebaikan Alkhairaat dan memberikan arahan yang jelas bagi pengurus.
Baca juga : Sindikat Jual Beli Bayi, Polda Sulteng Tangkap 6 Pelaku dari Berbagai Provinsi
Selain itu, pengurus Yayasan Alkhairaat bersama dengan Majelis Dzurriyat Guru Tua akan segera menyusun langkah-langkah pelaksanaan muktamar. Meskipun telah diagendakan sejak tahun sebelumnya, kekurangjelasan mengenai pelaksanaan muktamar menjadi sumber keprihatinan bagi Majelis Dzurriyat Guru Tua.
Muktamar dianggap sebagai acara penting yang akan menjadi momentum bagi organisasi Alkhairaat untuk menyatukan visi, memperkuat kelembagaan, dan mengambil langkah-langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik.
Keputusan yang diambil oleh Majelis Dzurriyat Guru Tua ini menandai perubahan signifikan dalam struktur pengurus Alkhairaat. Diharapkan bahwa langkah-langkah yang diambil akan memberikan manfaat positif bagi keberlanjutan dan pertumbuhan organisasi, serta meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Alkhairaat tetap berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada nilai-nilai spiritual dan sosial yang telah ditanamkan oleh al-Habib Idrus bin Salim al-Jufri, sembari terus melangkah maju dalam upaya mewujudkan tujuan luhur mereka.
Berdasarkan rilis resmi diterima redaksi media ini dari keluarga Majelis Dzurriyat Guru Tua, Sabtu, 1 Juli 2023, mereka membekukan posisi Ketua Utama dalam struktur pengurus Alkhairaat. Hal ini merupakan salah satu keputusan tertulis yang ditetapkan lewat rapat perwakilan masing-masing keluarga keturunan al-Habib Idrus bin Salim al-Jufri.
Rapat itu sendiri dipimpin langsung oleh anak Guru Tua, Syarifah Sidah, dan dilangsungkan di kompleks makam ulama pendiri Alkhairaat.
Pembekuan posisi Ketua Utama sekaligus menempatkan Sayyid ‘Alwi bin Saggaf al-Jufri sebagai anggota Majelis Dzurriyat Guru Tua.
Rapat tersebut juga membaiat Sayyid ‘Ali bin Muhammad al-Jufri selaku ketua merangkap anggota pengurus Majelis Dzurriyat Guru Tua.
Di saat yang sama, ketua dan seluruh anggota diminta agar segera menyusun tata kerja Majelis Dzurriyat Guru Tua di dalam Yayasan Alkhairaat sebagai pengganti peran Ketua Utama.
Sekretaris Majelis Dzurriyat Guru Tua, Dr. Hasan bin Idrus al-Habsyi, menjelaskan bahwa seluruh keputusan yang tertuang dalam rapat ditujukan untuk kebaikan Alkhairaat di masa akan datang.
“Majelis Dzurriyat Guru Tua dibentuk sebagai sistem kontrol di Yayasan Alkhairaat. Kami menyadari bahwa posisi Ketua Utama tidak lagi tepat dalam konteks organisasi yang sehat hari ini. Posisi itu justru bisa membawa mudharat karena peran yang tidak terkontrol,” katanya.
Selain menjalankan fungsi kontrol, Majelis Dzurriyat Guru Tua bekerja untuk memastikan gerak organisasi tidak berhenti.
“Majelis Dzurriyat Guru Tua bersama pengurus Yayasan Alkhairaat berdasarkan akta notaris nomor 27 akan menyusun langkah-langkah pelaksanaan muktamar. Sejak diagendakan tahun lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan tentang muktamar. Padahal, ini penting bagi organisasi Alkhairaat,” jelasnya.***



















