PALU, FOKUS RAKYAT — Habib Sadig al-Habsyi mengusulkan agar Yayasan Alkhairaat merevisi Anggaran Dasar dan Rumah Tangga.
Tokoh muda Alkhairaat ini menilai revisi ini dibutuhkan untuk mengakomodir kehadiran Dewan Keluarga di dalam struktur organisasi.
“Menjelang Haul Guru Tua di awal Syawwal nanti, saya menghimbau agar pengurus Alkhairaat, khususnya kepada Ketua Utama, untuk membentuk apa yang disebut Dewan Keluarga,” ungkap Habib Sadig kepada media ini, baru –baru ini.
BACA JUGA : Pemuda Ini Duga Simpan Sabu
Keberadaan Dewan Keluarga menurutnya penting mengingat keturunan Guru Tua semakin banyak dan perlu diakomodir sebagai fungsi kontrol dalam manajemen organisasi.
BACA JUGA : Alwi Pakaya Minta Tangkap Pengelola Peti di Desa Lobu Moutong
“Salah satu prinsip dalam manajemen organisasi adalah kontrol. Saat ini, tidak ada kontrol yang berjalan di dalam organisasi Alkhairaat. Ketua Utama memiliki kewenangan yang terlalu besar, sehingga kewenangan tersebut dapat berubah menjadi kesewenang-wenangan,” lanjutnya.
BACA JUGA : LS-ADI Gelar Aksi di Polda Sulteng
Habib Sadig mencontohkan bagaimana kesewenang-wenangan tersebut tampak dalam perubahan struktur yayasan terbaru yang tidak melibatkan anak dan cucu Guru Tua.
“Baru-baru ini, Ketua Utama melakukan perubahan struktur tanpa mengadakan dialog dengan pihak keluarga. Jangan lupa, anak Guru Tua masih ada, yaitu Syarifah Sidah al-Jufri. Beliau tidak pernah diajak bicara bahkan tanda tangannya dimanipulasi. Begitu juga dengan cucu-cucu lainnya. Sedangkan Ketua Utama hanyalah cicit Guru Tua. Ada etika dan tradisi yang diterobos di sini,” katanya.
BACA JUGA : Stafsus Menaker Apresiasi Disnaker Sulteng
Olehnya, Habib Sadig menghimbau agar momen Haul Guru Tua tahun ini dijadikan ajang muhasabah oleh Ketua Utama dan keluarga. Ia menganggap sudah saatnya untuk memberikan ruang bagi keluarga dalam organisasi demi terciptanya keseimbangan.
(*/Atar)
