Polda Sulteng memastikan pengamanan acara ini berjalan dengan ketat, mengerahkan 550 personel untuk menjaga kelancaran dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Rencana pengamanan tersebut disusun dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakaops Mantap Praja Tinombala, Kombes Pol. M. Yudie Sulistyo, di Posko Operasi Mantap Praja Tinombala, Jumat (15/11/2024).
“Kami telah melakukan rapat koordinasi pada 12 November lalu di Aula KPU Sulteng. Hasilnya menjadi acuan untuk menyusun rencana pengamanan debat publik ketiga,” ujar Kombes Pol. M. Yudie Sulistyo.
ID Card Jadi Syarat Mutlak
Setiap pasangan calon (paslon) akan didampingi oleh 87 orang, termasuk pendukung, walpri, humas, dan pasangan suami atau istri.
KPU Sulteng akan menyediakan ID Card khusus bagi mereka yang terdaftar.
“Kami menegaskan, hanya mereka yang memiliki ID Card yang dapat memasuki area debat. Pemeriksaan ketat akan dilakukan di pintu masuk atau pos keamanan. Mereka yang tidak memiliki ID Card akan dilarang masuk,” tegas Kombes Yudie.
Imbauan untuk Massa Pendukung
Mengantisipasi kerumunan yang berlebihan, Polda Sulteng mengimbau agar masing-masing paslon tidak membawa massa pendukung selain yang sudah ditentukan.
Pendukung disarankan untuk menyaksikan debat melalui siaran langsung di kanal YouTube KPU Sulteng atau menggelar nonton bareng di posko pemenangan masing-masing.
“Kami juga meminta tidak ada massa yang membawa alat musik pengiring atau bentuk keramaian lain. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama,” tambah Kombes Yudie.
Pengamanan Maksimal untuk Debat Publik
Debat publik ketiga ini menjadi ajang penting bagi para paslon untuk menyampaikan visi dan misi mereka kepada masyarakat Sulteng.
Dengan pengamanan maksimal, Polda Sulteng memastikan acara berjalan lancar tanpa gangguan.
Debat ini juga diharapkan menjadi momen penting bagi para pemilih untuk lebih memahami program unggulan dari setiap paslon.
Polda Sulteng dan KPU mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara.
