Palu-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes mendorong organisasi profesi dokter spesialis ikut mendukung kebijakan afirmasi pendidikan spesialis, sebagai skema khusus dari pemerintah guna memperluas akses putra-daerah dan dokter dari wilayah terpencil.
“Kalau ada anak daerah kita sekolahkan spesialis, supaya dapat mengabdi di daerahnya setelah lulus,” harapnya yang juga menjabat Ketua IDI Wilayah Sulteng.
Hal ini disampaikan pada acara Pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) Sulteng periode 2025-2028 di Hotel BW Coco, Sabtu (9/5).
Langkah tersebut paparnya, dapat mengatasi ketimpangan tenaga dokter spesialis di beberapa wilayah Sulteng yang ada di kepulauan.
Wagub Reny mencontohkan di Kabupaten Banggai Laut yang jauh dari Kota Palu, jumlah dokter spesialis masih terbatas sebab tidak semua tenaga medis bersedia ditempatkan di wilayah yang jauh.
“Sebagai dokter spesialis harus siap ditempatkan di mana saja,” pesannya agar pengabdian dokter spesialis dapat tersebar dan tak hanya menumpuk di pusat kota saja.
Wagub Reny juga menambahkan bahwa kehadiran dokter spesialis anestesi (bius) sangat vital bagi terpenuhinya standar minimal rumah sakit umum daerah yang wajib memiliki 4 layanan spesialis dasar dan 3 spesialis penunjang, di mana anestesiologi menjadi salah satu pilar penunjang yang tidak boleh kosong.
Di bagian lain, Wagub Reny menantang para dokter spesialis anastesi untuk mengembangkan kompetensi pendidikan subspesialis dengan memanfaatkan program beasiswa BERANI Cerdas.
“Kalau mau sekolah subspesialis silakan ambil BERANI Cerdas,” ajaknya sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM Kesehatan daerah.
Selain itu, wagub juga memaparkan inovasi BERANI Sehat yang memungkinkan masyarakat ber-KTP Sulawesi Tengah tetap memperoleh layanan kesehatan meski belum memiliki BPJS Kesehatan atau status kepesertaannya nonaktif akibat tunggakan.
“Jangan takut menolong pasien sepanjang (mempunyai) KTP Sulteng, langsung daftarkan ke aplikasi SEHATI kalau ditemui BPJS-nya tidak aktif,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, dr. Imtihanah Amri, Sp.An-TI, Subsp.TI (K) dilantik sebagai Ketua PERDATIN Sulteng periode 2025–2028.
Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Umum PERDATIN Pusat dr. Ahmad Irfan, Sp.An-TI, para sejawat dokter umum dan dokter spesialis, direktur rumah sakit dan mitra terkait.






















