MOROWALI – Di tengah perbincangan yang tengah berkembang di kalangan masyarakat terkait alokasi anggaran di Kabupaten Morowali, kiranya baik pula jika kita turut menengok jejak pengabdian yang telah lama diukir oleh Gubernur Anwar Hafid. Beliau adalah sosok yang telah mengenal Morowali sejak lama, pernah memimpin daerah ini selama dua periode, dan tentu memahami dengan sepenuh hati harapan serta kebutuhan masyarakatnya.
Sepanjang masa kepemimpinannya, banyak hal yang telah diperjuangkan dan diwujudkan demi kemajuan Sulawesi Tengah, mulai dari peningkatan pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur yang menyentuh pelosok, hingga terobosan-terobosan yang mendapat apresiasi luas. Yang patut kita hargai adalah kenyataan bahwa kepedulian beliau kerap diwujudkan tidak hanya melalui anggaran negara, melainkan juga dari pengorbanan pribadi. Ketika warga Desa Masungkang, Kabupaten Banggai, harus menempuh risiko tinggi menyeberangi sungai demi aktivitas sehari-hari, Gubernur mengambil langkah membangun jembatan gantung menggunakan dananya sendiri. Hal itu bukan kewajiban jabatan, melainkan wujud ketulusan hati seorang pemimpin yang tidak tega melihat rakyatnya kesulitan.
Apakah mungkin seorang pemimpin yang rela mengeluarkan harta pribadi demi kepentingan masyarakat luas, justru berpaling dari kepentingan warga Morowali yang sangat beliau kenal? Hal itu kiranya sulit dibayangkan. Sikap beliau yang belum menyampaikan tanggapan terkait persoalan anggaran ini, dapat pula dipahami sebagai bentuk penghormatan terhadap kewenangan dan kemandirian pemerintah daerah dalam menjalankan rumah tangganya sendiri. Ada tata cara, ada prosedur, dan tentu ada pertimbangan yang matang di balik setiap langkah yang diambil.
Tentu saja, masyarakat berhak menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan atas hal-hal yang dinilai belum sejalan dengan kebutuhan bersama. Namun dalam menyampaikan harapan tersebut, kiranya tetap disertai penghargaan terhadap jasa-jasa yang telah diberikan, bukan langsung menarik kesimpulan seakan-akan pemimpin berpihak pada kepentingan lain. Sebaiknya kita memberi ruang dan waktu, serta mempertimbangkan pula jejak pengabdian yang telah nyata dirasakan selama ini.
Pemimpin yang telah terbukti rela berkorban demi rakyatnya, patut kita beri kepercayaan untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang sebaik-baiknya. Semoga aspirasi masyarakat dan kebijakan yang diambil dapat bersua pada titik yang paling menguntungkan bagi seluruh rakyat, khususnya warga Morowali yang kita cintai bersama.
Penulis : ( Suhirman S.Pd )
