Kabut Asap Selimuti Sulteng, Gubernur Anwar Hafid Imbau Warga Gunakan Masker

PALU – Awan kabut asap yang kian pekat kini menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tengah, menutup pemandangan perbukitan khas daerah ini dan membuat udara terasa terik serta menyesakkan. Asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan telah menyebar dari Kota Palu hingga ke Kabupaten Parigi Moutong, mengingatkan akan bahaya musim kemarau panjang yang kerap merenggut kelestarian hutan serta mengganggu kesehatan warga.

Di tengah suasana yang memprihatinkan itu, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna melindungi saluran pernapasan. Pesan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Dzikir Akbar di Sekretariat Majelis Dzikir Ittihadul Ummat, Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (11/10).

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar mengakui kondisi udara saat ini sungguh mengkhawatirkan, terutama bagi anak‑anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Kalau keluar rumah, kalau bisa pakai masker,” pesannya agar warga terhindar dari penyakit gangguan pernapasan akibat hirupan asap terus‑menerus.

Di tengah kekhawatiran akan kabut asap yang belum kunjung reda, Gubernur juga mengajak masyarakat memperbanyak doa agar hujan segera turun, musim kemarau berakhir, dan udara di Sulawesi Tengah kembali bersih dan segar seperti semula.

“Cuma doa saja yang bisa mendatangkan hujan dari langit,” harapnya dengan nada prihatin.

Meskipun suasana saat ini terasa suram karena kabut asap, Gubernur mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar seremoni semata, melainkan momentum untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah melalui ibadah yang terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari‑hari.

Hal ini sejalan dengan program BERANI Berkah yang menjadi pilar penopang keseluruhan program Nawa Cita BERANI. Bagi umat Islam, program BERANI Berkah difokuskan pada dua ibadah utama yaitu salat berjamaah dan mengaji.

“Kalau mengaku cinta kepada Nabi Muhammad, jaga salat. Kalau mengaku cinta kepada Nabi Muhammad, jaga Al‑Qur’an, tiap hari dibaca,” imbuhnya bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Lebih jauh, Gubernur memaparkan bahwa penguatan dimensi spiritual masyarakat menjadi bagian penting yang diusung melalui program BERANI Berkah, dengan jalan memperkuat ibadah dan membangun kebiasaan baik dalam menjalani kehidupan sehari‑hari.

“Kalau mau Sulteng ini hebat. Kalau mau rumah tangga kita hebat maka laksanakan BERANI Berkah,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid, S.Pd, unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten Parigi Moutong, pejabat perangkat daerah, para ulama, tokoh‑tokoh masyarakat, kelompok majelis taklim, para santri, dan warga masyarakat.

(Sumber: Biro Adpim|Editor:Suhirman S.Pd)

pasang iklan
error: Content is protected !!