Irigasi Rusak Pasca‑Gempa, Delapan Tahun Petani Palasa Belum Bisa Panen Padi

PALU — Ketahanan pangan menjadi program strategis yang terus digenjot pemerintah pusat guna menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat Indonesia. Namun di sejumlah daerah, masih ada kendala mendasar yang perlu mendapat perhatian serius, salah satunya di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sejak terjadinya gempa bumi besar pada tahun 2018, sistem irigasi utama di Kecamatan Palasa mengalami kerusakan parah dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Tangki, Haris, dalam wawancara pada selasa (20‑10‑2026).

“Sejak tahun 2018 pasca‑gempa, saluran irigasi rusak total dan tidak bisa mengalirkan air ke sawah petani,” ujar Haris.

Ia menjelaskan, pihak pemerintah telah berulang kali memberikan bantuan perbaikan mulai dari tahun 2022 melalui program PIKIR Ibrahim Hafid, dilanjutkan alokasi APBD tahun 2023, hingga program perbaikan saluran irigasi beserta bangunan penahan banjir pada tahun 2024. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal, karena setiap kali perbaikan selesai, saluran irigasi kembali terhantam banjir besar.

Akibat gangguan aliran air yang terus‑menerus, para petani di Kecamatan Palasa belum pernah melakukan panen padi sejak tahun 2018 hingga sekarang. Keluhan ini sering disampaikan warga pada setiap pertemuan resmi maupun tidak resmi kepada para pemangku kepentingan setempat.

“Masalah ini selalu dikeluhkan petani di setiap kesempatan. Sawah yang seharusnya menjadi sumber penghidupan utama keluarga mereka saat ini tidak bisa ditanami padi sama sekali,” jelas Haris.

Kepala Desa Tangki Haris berharap pihak pemerintah provinsi dan kabupaten segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan dan menyusun penanganan yang menyeluruh, bukan hanya perbaikan saluran saja. Ia menyebut sawah‑sawah tersebut sebagai penopang hidup sebagian besar warga yang menggantungkan nasibnya pada sektor pertanian.

“Saya secara pribadi berharap agar masalah ini segera diperhatikan, karena ini menjadi salah satu penopang hidup sebagian besar masyarakat yang memiliki sawah di wilayah kami,” harapnya.

Para petani juga berharap pemerintah dapat membangun sistem pengendali banjir yang kokoh bersamaan dengan perbaikan saluran irigasi, agar sawah mereka kembali bisa ditanami dan mendukung program ketahanan pangan daerah.

 

(PENULIS : SUHIRMAN)

error: Content is protected !!
Exit mobile version