Investigasi Jalan Dalam Kota Donggala: Anggaran Miliaran, Aspal Baru Sudah Retak

JALAN
Paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). FOTO ; TIM REDAKSI.

Donggala – Proyek peningkatan jalan dalam Kota Donggala yang menelan anggaran miliaran rupiah kini menuai sorotan. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan serius.

Berdasarkan data yang dihimpun, paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kondisi di lapangan justru memunculkan tanda tanya besar.

Paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). FOTO ; TIM REDAKSI.

Aspal Baru Sudah Berlubang

Dari hasil penelusuran di ruas jalan dalam kota Donggala, tepatnya dari Kelurahan Boya, Kelurahan Maleni, hingga Kelurahan Ganti, ditemukan sejumlah titik kerusakan pada badan jalan.

Aspal yang diduga baru selesai masa pemeliharaan pada akhir Desember 2025 kini tampak retak dan berlubang.

Padahal secara teknis, proyek peningkatan jalan seharusnya mampu bertahan bertahun-tahun jika mutu pekerjaan sesuai spesifikasi.

Paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). FOTO ; TIM REDAKSI.

Kerusakan yang muncul dalam waktu singkat memunculkan dugaan adanya persoalan pada kualitas pekerjaan.

Beberapa indikasi yang disorot antara lain:

– Mutu aspal diduga kurang baik atau komposisi campuran yang tidak tepat.

– Fondasi agregat yang kurang padat, sehingga daya dukung jalan lemah.

– Metode pengerjaan yang diduga tidak maksimal.

Selain itu, hingga kini belum terlihat adanya perbaikan patching (tambal lubang) pada bagian aspal yang rusak.

Paket pekerjaan konstruksi Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala berada di bawah Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). FOTO ; TIM REDAKSI.

Padahal secara prosedur, perbaikan seharusnya dilakukan dengan tahapan teknis seperti:

– Membersihkan lubang dari material lepas dan air.

– Memberikan bahan perekat atau tack coat.

– Mengisi lubang dengan campuran aspal baru.

– Memadatkan lapisan hingga mencapai kepadatan maksimal.

Untuk retakan, biasanya dilakukan penanganan dengan sealant khusus guna mencegah air masuk ke lapisan bawah perkerasan jalan yang dapat mempercepat kerusakan.

Di sejumlah titik, beton terlihat terkelupas dan mudah hancur, meskipun umur pekerjaan diperkirakan baru sekitar satu tahun. FOTO : DOK. TIM REDAKSI

Bahu Jalan Beton Mudah Hancur

Tak hanya badan jalan, kerusakan juga ditemukan pada rabat beton bahu jalan.

Di sejumlah titik, beton terlihat terkelupas dan mudah hancur, meskipun umur pekerjaan diperkirakan baru sekitar satu tahun, setelah masa pemeliharaan berakhir 2025 lalu.

Di sejumlah titik, beton terlihat terkelupas dan mudah hancur, meskipun umur pekerjaan diperkirakan baru sekitar satu tahun. FOTO : DOK. TIM REDAKSI

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kegagalan struktur perkerasan yang biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

– Campuran beton yang tidak sesuai spesifikasi, misalnya terlalu banyak pasir atau kekurangan semen.

– Ketebalan beton yang tidak merata atau terlalu tipis, sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan.

– Minimnya pengawasan selama proses konstruksi.

Di sejumlah titik, beton terlihat terkelupas dan mudah hancur, meskipun umur pekerjaan diperkirakan baru sekitar satu tahun. FOTO : DOK. TIM REDAKSI

Kerusakan cepat pada infrastruktur yang baru selesai dikerjakan kerap menjadi indikator lemahnya pengendalian mutu di lapangan.

Metode Pengadaan Dipertanyakan

Selain kualitas fisik pekerjaan, metode pengadaan proyek juga turut menjadi perhatian.

Paket pekerjaan ini disebut menggunakan metode E-Purchasing melalui Katalog Elektronik Sektoral Konstruksi di bidang pekerjaan umum.

Dalam praktiknya, metode tersebut memungkinkan pejabat pembuat komitmen (PPK) atau pejabat pengadaan melakukan negosiasi harga atau mini kompetisi untuk memilih penyedia jasa yang terdaftar dalam katalog.

Tanggapan Dinas PUPR

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Donggala, Anjas Budi Setiawan, menyatakan bahwa pekerjaan yang dimaksud merupakan paket pekerjaan Tahun Anggaran 2024, bukan 2025.

“Tabe le hanya saya mau info paket 2025 jalan dalam kota donggala Rp. 14,88 kondisi bagus tidak ada cacat fisik dan mutu pekerjaan. Foto yang komiu kasih ke saya pekerjaan T.A 2024 itu,” ungkapnya.

Di sejumlah titik, beton terlihat terkelupas dan mudah hancur, meskipun umur pekerjaan diperkirakan baru sekitar satu tahun. FOTO : DOK. TIM REDAKSI

Klarifikasi Kontraktor

Sementara itu, pihak kontraktor pelaksana Theo Toding memastikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi.

Menurutnya, untuk pekerjaan aspal telah dilakukan pengujian teknis.

“Untuk pekerjaan aspal dapat kami pastikan sudah sesuai spesifikasi. JMD dan JMF lengkap dan sudah ada hasil core drill bersama BPK dan tidak ada yang tidak sesuai,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kerusakan jalan bisa disebabkan oleh faktor eksternal.

“Kerusakan bisa terjadi karena genangan air maupun beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan,” katanya.

Theo menambahkan bahwa masa pemeliharaan proyek sudah lama berakhir.

Terkait kerusakan pada rabat beton bahu jalan, ia menjelaskan bahwa jenis beton yang digunakan adalah fc’15 yang tergolong mutu rendah.

“Retakan kemungkinan besar terjadi karena genangan air dan kendaraan berat yang sering melintas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa metode pemilihan penyedia dilakukan melalui proses tender atau lelang, bukan e-purchasing.

Ada Beberapa Paket Proyek Jalan

Selain paket peningkatan jalan senilai miliaran rupiah tersebut, terdapat juga beberapa paket pekerjaan lain pada ruas jalan dalam kota Donggala, di antaranya:

Paket Perbaikan Jalan Dalam Kota Donggala dengan pagu sekitar Rp1,5 miliar, dikerjakan oleh PT Ahnaf Pratama Sejahtera.

Paket Peningkatan Jalan Dalam Kota Donggala Kecamatan Banawa dengan pagu sekitar Rp4 miliar, dikerjakan oleh CV Karya Adhiguna Lestari.

Perlu Audit Mendalam

Melihat kondisi jalan yang rusak dalam waktu singkat, sejumlah pihak menilai perlu dilakukan audit teknis secara menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Audit dapat mencakup:

– Kesesuaian spesifikasi teknis pekerjaan

– Kualitas material yang digunakan

– Ketebalan lapisan perkerasan

– Proses pengawasan selama konstruksi

Jika terbukti terdapat ketidaksesuaian dengan spesifikasi kontrak, maka kontraktor dapat diminta bertanggung jawab melakukan perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara bagi masyarakat Donggala, kondisi jalan yang cepat rusak tentu menjadi pertanyaan besar: ke mana sebenarnya kualitas proyek bernilai miliaran rupiah itu bermuara? (LAPORAN ; TIM REDAKSI)

error: Content is protected !!
Exit mobile version