Palu – Bencana banjir kembali melanda wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng melaporkan puluhan rumah warga terdampak akibat luapan sungai yang dipicu curah hujan tinggi pada Rabu.
Dilansir dari Antara, Jumat, 2 April 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Asbudianto, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan selama beberapa jam menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga.
“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga di dua wilayah ini,” ujarnya di Palu, Kamis.
Di Kabupaten Banggai, banjir terjadi di Kecamatan Balantak Utara, tepatnya di Desa Pangkalaseang Baru dan Desa Pangkalaseang.
Di Desa Pangkalaseang Baru, dua dusun terdampak.
Dusun I mencatat delapan rumah terendam yang dihuni 30 jiwa, termasuk enam lansia dan dua balita.
Sementara Dusun II terdapat dua rumah terdampak dengan enam jiwa, termasuk dua lansia.
Sedangkan di Desa Pangkalaseang, banjir merendam Dusun II dan Dusun III.
Di Dusun II, sebanyak 17 rumah terdampak dengan 45 jiwa, terdiri dari 11 lansia dan empat balita.
Sementara di Dusun III, sebanyak 25 rumah terdampak dengan 85 jiwa, termasuk 19 lansia dan lima balita.
Sementara itu, di Kabupaten Morowali, banjir melanda Kecamatan Bungku Tengah pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 WITA.
Di Desa Tofuti, sebanyak 12 rumah warga terendam, termasuk kompleks asrama polisi. Sedangkan di Kelurahan Mendui, tercatat 13 rumah dan satu bangunan SMA turut terdampak.
Beruntung, berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, Pusdalops BPBD di masing-masing kabupaten telah melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk langkah penanganan lanjutan.
Sejumlah kebutuhan mendesak pun mulai diidentifikasi, mulai dari normalisasi sungai, pemasangan bronjong atau talud, hingga pembangunan serta perbaikan sistem drainase.
Selain itu, bantuan logistik seperti selimut, alas tidur, dan kebutuhan pangan sangat dibutuhkan, khususnya di Desa Pangkalaseang Baru.
Meski kondisi di wilayah terdampak kini berangsur kondusif setelah hujan reda dan air mulai surut, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu. (LAPORAN : SUHIRMAN/REDAKSI)
