iklan

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Anak Putus Sekolah di Medan dan Deli Serdang

Pemerintah Tingkatkan Pengawasan Anak Putus Sekolah di Medan dan Deli Serdang. (Foto Soewandi)
pasang-iklan-anda-disini

FOKUSRAKYAT.NET – Pemerintah pusat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang berpotensi putus sekolah sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah kasus di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Langkah ini diambil berdasarkan statistik pendidikan Kemendikbud tahun 2023, yang mencatat kumulatif nasional anak putus sekolah tingkat SD sebanyak 40.623 anak dan tingkat SMP sebanyak 13.716 anak.

PASANG IKLAN

Pada tingkat provinsi, Sumatera Utara menempati posisi kedua dengan jumlah 7,6 ribu anak putus sekolah.

Khususnya, Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang menempati posisi pertama dan kedua terbanyak untuk tingkat SD/SMP di provinsi tersebut.

Menurut Dinas Pendidikan setempat, angka putus sekolah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial yang memaksa anak-anak menghentikan pendidikan mereka.

Pengawasan akan dilakukan lebih intensif untuk mengidentifikasi anak-anak yang berpotensi putus sekolah dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang lebih baik bagi masa depan pendidikan anak-anak di kedua wilayah tersebut.

Anggota KPAI Pusat, Dr. Aris Adi Leksono, M.Pd, yang melakukan pengawasan di Sumatera Utara pada akhir Mei 2024, menyampaikan bahwa kondisi ini memerlukan perhatian dan solusi agar hak pendidikan bagi anak Indonesia, khususnya di Sumatera Utara, dapat terpenuhi.

Dalam pengawasan tersebut, KPAI melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, berkunjung ke sekolah dan madrasah, serta berdialog langsung dengan orang tua yang anaknya putus sekolah.

Hasil pengawasan mengungkap beberapa temuan:

Bantuan pemerintah pusat berupa PIP/KIP masih belum menyasar anak putus sekolah secara efektif, terutama di madrasah.

Pemerintah daerah kurang memperhatikan database statistik pendidikan, sehingga capaian dalam mengatasi anak putus sekolah tidak terukur setiap tahunnya.

Faktor penyebab anak putus sekolah tidak hanya kendala ekonomi, tetapi juga sosial budaya, trauma kekerasan, dan kecanduan game.

Pemerintah daerah belum memiliki strategi tahapan yang jelas untuk menyelesaikan masalah anak putus sekolah.

Upaya mengatasi anak putus sekolah masih bertumpu pada dinas pendidikan dan satuan pendidikan, tanpa melibatkan OPD lain yang memiliki tugas pendampingan psikososial anak.

Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, pemerintah pusat dan setempat optimis bahwa dengan kerjasama kuat antara berbagai pihak, angka putus sekolah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dapat dikurangi secara signifikan dalam waktu dekat.

Ketua Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Dr. Aminuddin, S.Sos., MA, juga mengajak semua pihak—pemerintah, ormas, orang tua, dan masyarakat—untuk mendukung dan berkontribusi langsung dalam upaya penurunan angka putus sekolah ini.

Aminuddin berharap kerjasama kolektif ini dapat membawa Indonesia menuju visi emas tahun 2045.

iklan kepala
pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. MEDIA FIRMANSYAH PERKASA - COPYRIGHT @ 2024
error: Content is protected !!