iklan

Proyek Huntap Talise, Soal Progres Diduga Lambat, Kerusakan Bangunan, dan Permasalahan Lahan

Bangunan Huntap di kawasan Talise masih dalam tahap pekerjaan dasar lantai bangunan. (FOTO REDAKSI)
pasang-iklan-anda-disini

FOKUSRAKYAT.NET – Proyek pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di kawasan Talise, yang dikerjakan oleh dua perusahaan BUMN, menjadi sorotan publik.

Terdapat beberapa isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian dan klarifikasi terkait progres pembangunan, kualitas pekerjaan, dan masalah pembebasan lahan.

PASANG IKLAN
Bangunan Huntap di kawasan Talise masih dalam tahap pekerjaan dasar lantai bangunan. (FOTO REDAKSI)

Progres Pembangunan :

Sejumlah bangunan Huntap di kawasan Talise masih dalam tahap awal pembangunan. Beberapa bangunan baru memulai pekerjaan pondasi, sementara rangka beton tulangan belum terpasang, dinding bangunan belum ada, dan bagian atap juga belum rampung.

Mengingat batas waktu pelaksanaan proyek ini akan berakhir pada akhir tahun 2024, muncul pertanyaan apakah pembangunan Huntap Talise ini tidak mengalami keterlambatan.

Mengingat waktu yang semakin sempit, penting untuk mendapatkan konfirmasi terkait rencana dan langkah percepatan yang akan diambil oleh pihak kontraktor agar proyek dapat selesai tepat waktu.

Retakan memanjang pada bangunan di Huntap Talise. (Foto Redaksi)

Kualitas Pekerjaan :

Ditemukan sejumlah kerusakan dengan retakan memanjang pada beberapa bangunan pondasi di Huntap Talise.

Kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga penyintas mengenai kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia jasa.

Mengingat proyek ini baru rampung sebagian, namun sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, warga mempertanyakan metode kerja dan standar kualitas yang diterapkan.

Kerusakan pada bangunan pondasi Huntap Talise. (Foto Redaksi)

Klarifikasi dari pihak kontraktor mengenai metode konstruksi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan bangunan sangat dibutuhkan.

Permasalahan Pembebasan Lahan :

Di beberapa bangunan Huntap Talise, ditemukan selebaran informasi yang melarang penggunaan bangunan tersebut.

Selebaran yang terpampang di jendela bangunan Huntap Talise. (Foto Redaksi)

Selebaran yang terpampang di jendela bangunan tersebut berbunyi, “DILARANG MASUK RUMAH INI KARENA SUDAH ADA PEMILIKNYA, DARI PEMILIK TANAH, RK, DITANDATANGANI.”

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang status pembebasan lahan di Huntap Talise, apakah masih ada masalah yang belum terselesaikan.

Kejelasan dari pihak berwenang mengenai status lahan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini sangat diperlukan untuk menghindari konflik lebih lanjut dan memastikan para penyintas dapat menempati hunian mereka tanpa hambatan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Zulfahmi, ST. MT, selaku PPK menangani pembangunan Huntap Kawasan Talise, jika berkenan dan tidak memberatkan waktunya, tim redaksi media kami ingin berdiskusi terkait pembangunan Huntap Talise, yang dikerjakan oleh dua perusahaan BUMN, yakni PT. PP dan PT. Waskita.

Adapun yang ingin diskusikan abangku terkait :

1. Sejumlah bangunan Huntap di Kawasan Talise ini, Sebagian baru dimulai pekerjaan tahap pondasi, rangka beton tulangan belum terpasang, dinding bangunan belum ada, apalagi bagian atap juga belum rampung, olehnya kami meminta konfirmasinya apakah pekerjaan Huntap Talise ini tidak terlambat dikerjakan mengingat akhir tahun 2024 ini Waktu pelaksanaan akan berakhir, mohon konfirmasinya?

Kerusakan pada bangunan pondasi Huntap Talise. (Foto Redaksi)

2. Sejumlah kerusakan dengan retakan memanjang pada beberapa bangunan pondasi di huntap Talise ini juga ditemukan, kerusakan dengan retakan memanjang ini dikeluhkan oleh para warga penyintas, mengingat proyek notabene baru rampung, namun kondisinya mulai rusak, sehingga kondisi ini para penyintas meragukan kualitas pekerjaan dari penyedia jasa. Olehnya, kami meminta penjelasan dari metode kerja dari pembangunan huntap Talise yang diragukan kualitas pekerjaanya?

3. Sejumlah bangunan huntap Talise juga ditemukan adanya selebaran informasi bahwa bangunan dilarang untuk ditempati dari pemilik lahan. Adapun tulisan selebaran terpampang di jendela itu “DILARANG MASUK RUMAH INI KARENA SUDAH ADA PEMILIKNYA, DARI PEMILIK TANAH, RK, DITANDATANGANI”. Olehnya, kami juga meminta penjelasan apakah masalah pembebasan lahan di huntap Talise ini, masih bermasalah?

PPK Zulfahmi memberikan tanggapannya dengan sangat baik kepada media ini.

Soal pertama, kata dia, untuk bangunan Huntap Talise saat ini sementara tahap pengerjaan itu merupakan tambahan sebanyak 92 unit.

Ia memberikan penjelasan bahwa karena masih adanya bangunan Huntap Talise belum jelas pembebasan lahanya, maka sisa ketambahan itu di sisip – sisip, yang kosong lahanya dibangunkan Huntap Kembali.

Menurutnya, 94 unit tambahan di Talise itu berasal dari pengurangan unit di Huntap Tondo 2, karena ada klaim warga, sehingga beberapa unit tidak bisa terbangun di Tondo 2.

“Jadi bukan proyek Huntap terlambat tapi yang dibangun ini data tambahan, sisanya sebanyak 92 unit yang sementara dikerjakan,” ungkapnya.

Kerusakan pada bangunan pondasi Huntap Talise. (Foto Redaksi)

Soal pertanyaan kedua, Zulfahmi pejabat PUPR yang banyak dicintai warga penyintas bencana di Sulteng itu, menjelaskan bahwa sejumlah kerusakan itu bagian dari pada pekerjaan infrastruktur yang melekat di Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulteng.

Sementara pihaknya cuma mengerjakan bangunan Huntap Kawasan Huntap saja, sisanya seperti bangunan pelengkap berupa pondasi itu dikerjakan oleh rekanan penyedia jasa dari BPPW Sulteng.

“Hemmm, ingat kami itu cuma bangunan Huntap saja dinda (wartawan,red). Kerusakan yang kita maksud bukan ke kami,” jelasnya dengan nada bercanda.

Terakhir, soal ketiga, ia juga merincikan bahwa terkait masalah pembebasan lahan itu ranahnya ke Pemda Kota Palu, karena memang pengerjaan Huntap Talise sudah diselesaikan oleh mereka di Pemda.

“Penegasanya untuk masalah itu, ya soal masalah lahan bersengketa dengan warga, silahkan koordinasi dengan Pemda. Kami tugasnya cuma membangun Huntap bagi warga penyintas gempa saja adeku,” pungkasnya dengan meyakinkan wartawan.

iklan kepala
pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. MEDIA FIRMANSYAH PERKASA - COPYRIGHT @ 2024
error: Content is protected !!