iklan
iklan
jual mobil bekas

Tersangka Korupsi Proyek Jalan-Jembatan BPJN Sulteng Ditahan, Uang Muka Rp1,6 Miliar Diduga Belum Dikembalikan Kontraktor

bpjn sulteng
Penyidik dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah telah melakukan penahanan terhadap KB, dari kontraktor pelaksana Manajer Operasional PT. Srikandi Jawara Dunia. (FOKUSRAKYAT)
iklan kiri dan kanan

Palu, Fokusrakyat.net – Penyidik dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah telah melakukan penahanan terhadap KB, dari kontraktor pelaksana Manajer Operasional PT. Srikandi Jawara Dunia, terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pada Paket Pekerjaan Pengadaan Bahan Jalan/Jembatan pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng tahun 2018.

Penahanan ini didasarkan pada Surat Perintah Penahanan tingkat penyidikan nomor Print-03/P.2.5/Fd.1/10/2023 yang dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2023.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulteng, Abdul Haris Kiay, menjelaskan bahwa penahanan terhadap KB dilakukan setelah penyidik memeriksa KB sebagai saksi mulai pukul 09.00 WITA hingga pukul 10.30 WITA, dilanjutkan dengan pemeriksaan sebagai tersangka dari pukul 11.30 WITA hingga 13.00 WITA.

Kata dia, penetapan KB sebagai tersangka didasarkan pada Surat Penetapan Tersangka nomor Print-03/P.2/Fd.1/10/2023 tanggal 25 Oktober 2023.

“Penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup dalam penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor PRINT-04/P.2/Fd.1/10/2023 tanggal 10 Oktober 2023,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, KB diduga terlibat dalam dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp1,6 miliar dalam proyek pengadaan bahan jalan/jembatan pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng tahun 2018.

“Proyek ini dikerjakan oleh PT Srikandi, yang beralamat di Kota Surabaya, Jawa Timur,” ungkapnya lagi.

Dia menambahkan, meskipun proyek tersebut putus kontrak karena tidak dilaksanakan secara profesional, uang muka sebesar Rp1,6 miliar yang telah diberikan kepada PT Srikandi tidak kunjung dikembalikan selama enam tahun, dari tahun 2018 hingga 2023.

Atas perbuatannya, kata dia, KB dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 7 ayat (1) huruf a, dan Pasal 8 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurutnya, penyidik tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini. Penahanan terhadap KB dilakukan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, serta mengulangi tindak pidana. Penahanan tersebut berlaku selama 20 hari, mulai dari 25 Oktober 2023 hingga 13 November 2023.

“Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan bahwa para pelaku korupsi diadili sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya.***

muat barang
jual mobil bekas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

muat barang pasang iklan jual mobil bekas
error: Content is protected !!