Kejagung Amankan Buronan DPO dari Sulteng

Tim Tangkap Buronan : DPO Diamanankan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulteng

buron
DIAMANKAN : Pengamanan terhadap buronan dilakukan pada hari Senin (13/03) sekitar pukul 18:20 WIB dan bertempat di Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau. (TIM TABUR KEJAGUNG)

Batam  — Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung, kembali berhasil mengamankan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dimana DPO yang berhasil diamankan kali ini, berasal dari wilayah hukum Kejaksaan Negeri Palu.

Pengamanan terhadap buronan dilakukan pada hari Senin (13/03) sekitar pukul 18:20 WIB dan bertempat di Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Baca juga : Pejabat Untad Jalani Pemeriksaan KPK

Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung menjelaskan bahwasannya DPO yang telah diamanankan bernama YAHDI BASMA, yang merupakan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. yang bertempat tinggal di Jalan Jend. Soeharto, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Tim Tabur menjelaskan bahwasannya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 1085 K/Pid.Sus/2022 tanggal 23 Maret 2022, YAHDI BASMA, S.H. terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Oleh karenanya, YAHDI BASMA, S.H. dijatuhi pidana penjara selama 10 bulan dan pidana denda sebesar Rp300.000.000 subsidair 1 bulan kurungan.

Baca juga ; Pekerjaan Jembatan Rp14 Miliar Berhenti

Dimana yang bersangkutan sebelumnya sudah didakwa di depan persidangan Pengadilan Negeri Palu dengan dakwaan tunggal Pasal 27 Ayat (3) jo. Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Yang bersangkutan diamankan karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, Terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut dan karenanya dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga : Abu Vulkanik Pasca Erupsi Gunung Merapi

Dalam proses pengamanan, Terpidana bersikap kooperatif sehingga proses berjalan dengan lancar, dan setelah berhasil diamankan, Terpidana dibawa oleh Tim Tabur menuju Kejaksaan Negeri Batam sambil menunggu kedatangan Tim Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Palu.”, ujar Tim Tabur, Senin(13/03).

Melalui program Tabur Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum.

“Saya mengimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” tegas Jaksa Agung.

(**/Kejagung)

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!