Pekerjaan Saluran Drainase Diduga Belum Rampung

Plasteran Dinding Dalam Proyek Puskesmas Lambunu I Belum Selesai

puskesmas
TAK ADA PLASTERAN : Item pekerjaan saluran drainase pada penambahan ruang poned Puskesmas Lambunu I.

Parigi Moutong – Pekerjaan saluran drainase pada proyek penambahan ruang Poned Puskesmas Lambunu I diduga belum rampung.

Pasalnya, plasteran dinding dalam pekerjaan saluran drainase pada proyek itu, belum selesai dikerjakan.

Padahal proyek itu dikabarkan telah rampung. Bahkan diduga kuat PHO serah terima 100 persen pekerjaan dari penyedia jasa ke pengguna anggaran telah dilakukan.

Apalagi tak ada aktivitas pekerjaan di lokasi sebagai tanda proyek itu telah selesai dikerjakan.

Baca juga : Studi Wisata Murid TK ke Mako Polsek

Baca juga : Kebakaran Depo Pertamina Plumpang

Namun tidak memperhatikan item pekerjaan saluran drainase yang berdampak pada pengurangan volume pekerjaan tersebut.

DRAINASE : Item pekerjaan saluran drainase pada penambahan ruang poned Puskesmas Lambunu I.

Tim redaksi media ini berkesempatan melakukan investigasi pada proyek penambahan ruang Poned Puskesmas Lambunu I, notabene menggunakan duit rakyat tersebut, baru-baru ini.

Saat melakukan investigasi itu, dinding bagian dalam drainase pada proyek ini tampak tidak kena plasteran, sehingga diduga ada pengurangan volume pada proyek tersebut.

Baca juga : Salurkan Bantuan, Kabid Linjamsos Sampaikan Salam Duka Gubernur Sulsel Andalan

Disepanjang saluran drainase gedung baru ini, baik tampak dari depan, maupun tampak dari sisi kanan gedung, sangat jelas tembok atau dinding drainase bagian dalam tidak diplaster.

Menanggapi hal ini, ketua LSM NCW (Nasional Corruptions Wahts) Provinsi Sulteng, Adrian S.H, meminta dinas terkait agar memperhatikan sejumlah proyek menggunakan uang rakyat tersebut.

“Tolong diperiksa hasil pekerjaan sesuai gambar kerja dan RAB (Rencana Anggaran Biaya), karena ini sangat penting,” ungkapnya saat ditemui media ini disalah satu Warkop di Kota Palu.

Dia menjelaskan, mengapa pengawasan pada hasil pekerjaan proyek itu begitu penting, tujuanya tak lain agar pembangunan bisa benar-benar dirasakan manfatanya oleh warga setempat.

“Jangan nanti umur proyek baru beberapa bulan sudah retak, cat pudar, dan apalagi tidak selesai sama sekali. Kasian uang rakyat yang dibayar melalui bayar pajak, tapi tidak dimanfaatkan dengar benar,” ungkapnya lagi.

puskesmas
PROYEK PUSKEMAS LAMBUNU I : Tampak sisa material bangunan masih berserakan di depan gedung baru ruang poned Puskesmas Lambunu I.

Diberitakan sebelumnya, proyek pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned, anggaran tahun 2022, di kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menuai sorotan publik.

Pasalnya, proyek itu diduga belum selesai karena masih dipenuhi sisa material bangunan dan tampak belum dibersihkan.

Adalah pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Poned Lambunu 1, lokasi Desa Wanamukti Kecamatan Bolano, nilai kontrak Rp1,4 miliar, sumber dana alokasi khusus (DAK) 2022, anggaran melekat di Satuan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo dan dikerjakan oleh pelaksana CV. Putri Safira.

Dan pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned Mepanga, anggaran melekat di satuan kerja Dinas Kesehatan, menggunakan DAK Reguler 2022, dengan nilai kontrak Rp1,4 miliar, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bintang Utama.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Ellen Ludia Nelwan, S.Sos. M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Parigi Moutong diminta tanggapan oleh redaksi media baru-baru ini.

Tim redaksi pertanyakan pada proyek ini ditemukan sisa material gedung bangunan berserakan di lokasi pekerjaan?

Olehnya dipertanyakan apakah pembersihan didalam pekerjaan proyek tidak dicantumkan dalam rencana anggaran biaya (RAB), mohon konfirmasinya?

puskesmas
SISA BATA MERAH DAN TEGEL : Sisa material bangunan belum dibersihkan di gedung baru Puskesmas Lambunu I.

Berdasarkan pemantuan tim redaksi di lokasi pekerjaan di UPTD Puskesmas Lambunu I, ditemukan sisa material pekerjaan baik di depan halaman gedung baru, di samping gedung, dan juga banyak sisa material berserakan di belakang gedung baru tersebut.

Adapun jenis sisa material yang belum dibersihkan itu, diantaranya bekas pemasangan tegel berwarna putih.

Kemudian potongan sisa tegel itu tampak sangat tajam sehingga akan membahayakan warga setempat ketika hendak berobat ke Puskesmas Lambunu I.

Sisa material lain ikut berserakan adalah batu bata merah yang juga tampak belum dibersihkan oleh pihak penyedia jasa.

SISA KALSIBOARD PLAFON : Sisa material bangunan belum dibersihkan di gedung baru Puskesmas Lambunu I.

Begitupun dengan sisa material jenis triplek dan kasibor (Kalsiboard) yang menumpuk merupakan sisa dari pekerjaan plafon bangunan gedung baru tersebut.

Olehnya mohon konfirmasinya apakah proyek ini sudah diserahterimakan 100 persen hasil pekerjaan atau PHO?

Selain itu, tim redaksi kami juga ikut menyoroti pekerjaan drainase pada proyek gedung baru ini?

Karena tembok dalam drainase tampak tidak kena plasteran, sehingga diduga ada pengurangan volume pada proyek tersebut?

Disepanjang drainase gedung baru ini, baik tampak dari depan maupun tampak dari sisi kanan gedung sangat jelas tampak kelihatan tembok atau dinding drainase bagian dalam tidak diplaster, mohon konfirmasinya?

Selain itu, tim redaksi media ini juga mempertanyakan paket pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned Mepanga, anggaran melekat di satuan kerja Dinas Kesehatan, menggunakan DAK Reguler 2022, dengan nilai kontrak Rp1,4 miliar, yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Bintang Utama.

Adapun ingin dipertanyakan,  sisa material pekerjaan baik di depan halaman gedung baru, di samping gedung, dan juga banyak sisa material berserakan di belakang gedung baru tersebut.

Selain itu, mutu pekerjaan dinding gedung baru diragukan kualitasnya, karena sejumlah titik mengalami keretakan mohon konfirmasinya?

Pekerjaan tembok atau dinding gedung baru ini ditemukan tim redaksi mengalami keretakan memanjang dari dalam tembus hingga di luar gedung tersebut.

Padahal gedung baru ini notabene baru seumur jagung atau baru rampung dikerjakan tapi kondisinya mulai retak rambut yang memanjang.

Ellen Ludia Nelwan, S.Sos. M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Parigi Moutong diminta tanggapan oleh redaksi media baru-baru ini, mengatakan akan segera koordinasikan dulu.

“Tabe pak nanti saya koordinasikan dulu,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada redaksi media ini.

Namun hingga berita ini ditayangkan orang nomor satu dilingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong itu belum memberikan tanggapan secara keseluruhan terkait sorotan pekerjaan penambahan ruang Puskesmas Mampu Poned tersebut.

(**/Tim Redaksi)

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!