Bantuan Sapi ke Basidondo Disalurkan Sesuai Prosedur, Kadis Pangan Sulteng : Diperiksa Dokter Hewan Sebelum Diberangkatkan ke Sana

BANTUAN SAPI
KETERANGAN : Ilustasi bantuan sapi dari Kementerian Pertanian.

PALU —  Bantuan Sapi sebanyak 19 ekor dari Dinas Pangan Provinsi Sulteng kepada 2 kelompok ternak (Poknak) juga warga setempat di Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, disalurkan sesuai dengan prosedur.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Dr. Ir. Eva Rantung, MSi didampingi pengawas fungsional dinas bersama PPTK pengadaan bantuan sapi itu, saat berdiskusi dengan wartawan media ini, di ruang kerjanya Jalan Moh. Yamin Kota Palu, baru – baru ini.

“Bantuan sapi disalurkan ke Basidondo wilayah Tolitoli sudah sesuai prosedur karena diperiksa dulu oleh tim dokter hewan sebelum diberangkatkan ke sana,” ungkapnya kepada media ini.

Kapolsek Dampal Utara Laksanakan Jumat Curhat di Masjid Nurul Huda Sese

Saat berdiskusi dengan wartawan, Kadis Pangan Sulteng Eva Rantung menjelaskan bukan pihak mereka menentukan bantuan sapi itu sehat atau tidaknya, namun melainkan dokter hewan dari bidang peternakan.

“Ada surat jalan diberikan bahwa kondisi bantuan sapi itu sehat. Jika memang bantuan sapi terindikasi kena PMK, ya bisa jadi kena di jalan karena PMK ini adalah penyakit jenis virus dan cepat tertular,” ungkapnya lagi.

Dia mengatakan, aturan berlaku saat ini tidak bertentangan Dinas Pangan Provinsi Sulteng dalam menyalurkan bantuan sapi bagi warga karena sejalan dengan visi misi Gubernur Sulteng Rusdy Mastura yakni dengan program memberantas kemiskinan.

Hasil Pekerjaan Pembangunan Infrastruktur Kawasan Huntap Talise Diduga Asal Kerja Mulai Disorot?

“Artinya dengan bantuan sapi ini maka pendapatan warga meningkat dan mempengaruhi perekonomian warga itu sendiri,” terangnya.

Menurutnya, adanya informasi bantuan sapi dari pihaknya dikabarkan kena PMK, kabar itu tidak benar. Karena warga sebagai kelompok penerima bantuan sapi mengabarkan bantuan sapi itu baik – baik saja.

Kemudian, kata dia, informasi juga terkait bantuan sapi dikabarkan mati. Dia mengaku belum menerima informasi dari warga setempat jika ada bantuan sapi yang mati.

SPBU Tomini Diresmikan, Farit Pundanga : Saya Bersyukur bisa Mudahkan Kebutuhan Masyarakat

“Nanti pihak kami telusuri kembali, apakah benar ada bantuan sapi dari kami yang mati atau informasinya tidak valid,” terangnya lagi.

Dia menambahkan, polemik bantuan sapi di Basidondo Tolitoli ini juga telah dilakukan pemeriksaan dari Polda Sulteng.

Kata dia, pihak pelaksana bersama dokter hewan yang menangani bantuan sapi ini sudah memberikan tanggapan dan tidak menjadi masalah lagi.

“Akan tetapi menjadi masalah itu kami akan berfikir lagi menyalurkan bantuan sapi ke Tolitoli jika selalu ribut. Kemungkinan akan disalurkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

Diberitakan edisi sebelumnya, bantuan Sapi diberikan 2 kelompok sebulan lalu itu belakangan diketahui positif terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berdasarkan hasil uji Laboratorium.

Ngerinya bikin janggal saat ini, bantuan Sapi positif kena PMK itu, kini mengalami kematian dan menjangkit ke ternak sapi milik warga ada di wilayah Kecamatan Basidondo.

BANTUAN SAPI
KETERANGAN : Bantuan Sapi positif kena PMK itu, kini mengalami kematian dan menjangkit ke ternak sapi milik warga ada di wilayah Kecamatan Basidondo.

Menyoroti kejadian tersebut, Ketua Lakpesdam NU, Fahrul Baramuli, kepada wartawan media ini, Jumat (13/1), menyayangkan soal penanganan PMK di Tolitoli tidak berjalan dengan baik.

“Sangat miris, menyusul adanya laporan masyarakat bantuan Sapi dari Kementan melalui Dinas Pangan Provinsi Sulteng berjumlah 19 ekor saat tiba di Tolitoli, kembali mengalami kematian mendadak,” ungkapnya.

“Tentu dalam hal ini penanganan PMK tidak berjalan dengan baik,” ungkapnya lagi kepada wartawan.

Menurut Fahrul, hal ini sangat disayangkan. Padahal penanganan PMK ini jelas regulasinya.

Kata dia, mulai dari UU, Peraturan Menteri, Surat Edaran dan lain sebagainya. Namun tidak diikuti tindakan serius oleh pemerintah daerah.

“Sampai saat ini kami belum mendapat info pasti terkait tindakan pencegahan apa dilakukan oleh Pemda Tolitoli, dan sejauh mana tanggapan pihak Kementan serta pihak Pemda Propinsi Sulteng menindaklanjuti kejadian PMK ada di Tolitoli,” Tutur Fahrul.

Lebih jauh, Fahrul mengatakan terkait kelompok penerima bantuan Sapi tersebut diduga tidak terdaftar pada Dinas Peternakan Tolitoli.

Fahrul menganggap bahwa kelompok ini harusnya segera ditertibkan.

“Saya menanggapi ada kelemahan dalam koordinasi antara lembaga. Dimana Dinas Peternakan Tolitoli tidak mengetahui terkait bantuan Sapi disalurkan melalui Dinas Pangan Propinsi Sulteng,” terangnya.

“Hal lain juga terkait lembaga kekarantinaan yang kebobolan, dalam melakukan pengawasan terhadap bantuan Sapi di Sulteng,” terangnya lagi.

Ia berharap ini menjadi perhatian khusus APH, Pemerintah Sulteng dan Pemda Tolitoli.

Karena ini mengancam populasi jumlah sapi di Kabupaten Tolitoli.

Jangan sampai hal ini kembali terjadi dan segera ada penanganan serius terhadap sapi  – sapi berada di desa Silondou, dan melakukan pencegahan terhadap virus tersebut agar tidak makin menjangkit ke wilayah atau desa lain.

Dia menjelaskan, untuk memastikan adanya kematian sapi mendadak akibat PMK wartawan media ini melakukan konfirmasi lewat handphone ke Bidang Ternak dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan kabupaten Tolitoli, Sukriyanti, dan ia membenarkan.

“Benar ada 3 ekor sapi milik warga yang mati di kecamatan Basidondo Kayu Lompa, 1 ekor bantuan Sapi dari Dinas Pangan, dan 2 ekor sapi lainya milik warga sendiri,” katanya singkat.

Ditempat terpisah, juga salah seorang Manteri Hewan bertugas Dinas Peternakan dan Perkebunan Tolitoli, membenarkan adanya sapi mati terindikasi PMK.

“Iya 1 ekor bantuan Sapi mati terinfeksi PMK,” Ujarnya tanpa memberi keterangan panjang.

(LAPORAN : FIRMANSYAH/RIZAL)

 

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!