Gubernur dan Walikota Palu Diminta Turun dan Cek Lokasi Tambang PT. CPM, Warga Poboya : Jangan Cuman Bicara Depan Meja

poboya
Sekretaris Adat Kelurahan Poboya, Hairul didampingi Herman Pandejori selaku Ketua LPM dan Sofyiar selaku Tokoh Masyarakat setempat, pada media ini dalam gelaran Konferensi Pers, Minggu (30/10/2022) sore.

PALU (FOKUSRAKYAT.NET) – Masyarakat di Kelurahan Poboya meminta kepada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura dan Walikota Palu, Hadianto Rasyid  agar menemui mereka terkait penyelesaian konflik dengan PT. Citra Palu Minerals (CPM) selaku pihak perusahaan tambang.

Selain itu, seluruh tokoh-tokoh di Kelurahan Poboya juga meminta, untuk tidak membenturkan warga dalam menyelesaikan konflik dengan pihak perusahaan tambang emas PT. CPM dengan melibatkan pihak keamanan polisi, apalagi dengan cara-cara yang tidak manusiawi.

Proyek Sekolah Fase 1B Rp37 Milyar Dikabarkan Dalam Tahap Penyelidikan?

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Adat Kelurahan Poboya, Hairul didampingi Herman Pandejori selaku Ketua LPM dan Sofyiar selaku Tokoh Masyarakat setempat, pada media ini dalam gelaran Konferensi Pers, Minggu (30/10/2022) sore.

“Sangat disayangkan aparat kepolisian melakukan cara-cara intimidasi kepada warga kelurahan Poboya, dengan menggunakan senjata serta gas air mata dalam menyelesaikan solusi antara warga dengan pihak PT. CPM,” kesal Hairul.

Dirinya pun membantah informasi yang beredar bahwa, konflik yang terjadi beberapa hari lalu antara masyarakat dan  polisi, itu terjadi dilokasi PT.CPM.

Penanganan Ruas Jalan Tompe – Tambu, Kasatker PJN Wilayah I Diduga Irit Bicara

“Saya membaca di media masa soal pernyataan Kapolres Palu yang menyebut konflik terjadi antara warga dan pihak keamanan kepolisian dilokasi tambang. Saya katakan itu tidak benar, itu sangat tidak benar sekali,” ujar Hairil.

“Kejadian itu terjadi bukan dilokasi perusahaan, tetapi dilokasi permukiman warga atau pusat kelurahan Poboya,” tegasnya lagi.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Polda Sulteng dan Komunitas Vespa Bedah Rumah Janda Tua

Bahkan warga menganggap, pihak PT. CPM sendiri mengadu domba antara mereka (warga Poboya) dan aparat Kepolisian. Sehingga, warga pun berharap kepada Gubernur dan Walikota Palu, untuk bersama-sama turun dan meninjau lokasi perusahaan tambang emas PT. CPM.

Orasi Kebangsaan Sumpah Pemuda, Kapolri: Persatuan-Kesatuan Wujudkan Indonesia Emas 2045

“Jangan cuman bicara didepan meja, kalau perlu, turun dan tinjau langsung agar permasalahan ini ada titik temunya. Itu yang kami inginkan,” ajak mereka. (*/Atr/Tim)

Editor: Atarisyah Azhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!