PT Macini Raya Pratama Lakukan Perbaikan Pekerjaan

Pekerjaan plat deker di desa Siboang.
Pekerjaan plat deker di desa Siboang. (FOTO : FIRMANSYAH)

DONGGALA, (FOKUSRAKYAT.NET) —  PT Macini Raya Pratama selaku kontraktor pelaksana dari paket preservasi jalan Malala – Ogotua – Ogoamas – Tonggolobibi akan melakukan perbaikan pekerjaan.

Salah satunya adalah item pekerjaan plat deker di desa Siboang, kecamatan Sojol, kabupaten Donggala, Sulteng, kini telah dilakukan perbaikan kembali setelah mengalami keretakan.

Demikian diungkapkan Hj Salma selaku Direktur PT Macini Raya Pratama kepada redaksi media Fokusrakyat.net, Rabu kemarin, 31 Agustus 2022.

Jalan Berlubang Dikeluhkan Bagian dari Paket Preservasi Rp13,7 Milyar

Dia mengatakan, terkait pekerjaan plat deker yang nampak pasangan batu dan belum terpelester bahwa pekerjaan itu sudah ditangani 1 minggu yang lalu.

“Pekerjaan plat deker itu sudah ditangani 1 minggu yang lalu,”ungkapnya kepada media ini.

Sebelumnya diberitakan, jalan berlubang dikeluhkan sejumlah warga utamanya para pengendara yang tengah melintas di wilayah pantai barat, kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, Sulteng.

Jalan berlubang kini dikeluhkan itu diantaranya di Desa Tonggolobibi, Desa Siboang, Desa Siwalimpu, dan Desa Balukang.

Dinas Diduga Lemah Pengawasan, PPK No Comment Disinggung Hasil Pekerjaan Ada Apa?

Padahal jalan berlubang itu ternyata bagian dari paket preservasi jalan Malala – Ogotua – Ogoamas – Tonggolobibi, yang dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Macini Raya Pratama menggunakan APBN 2022 dengan nilai kontrak Rp.13,7 Milyar.

Salah seorang warga, Muhammad Yamin, kepada redaksi media ini mengeluh dengan kondisi jalan berlubang tersebut.

“Kasian kami pengendara le karena mengendarai motor tiba-tiba di depan ada lubang sangat rawan kecelakaan,”ungkapnya baru-baru ini.

Penyelundupan Ratusan Tabung Gas Subsidi ke Morowali Digagalkan Polisi

Dia mengatakan dengan kondisi jalan berlubang akan meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas dan perhatian pemerintah sangat diperlukan memperbaikinya.

“Kami selaku warga berharap jalan berlubang segera diperbaiki sehingga nyaman digunakan pengendara baik dari arah utara Manado – Gorontalo hingga ke selatan menuju Kota Palu,”ungkapnya lagi.

JALAN BERLUBANG

Metode kerja pengaspalan tambal sulam atau pecing-pecing yang dilakukan pihak kontraktor pelaksana mulai dipertanyakan publik?

Pasalnya diduga sejumlah titik jalan berlubang dari Desa Tonggolobibi, Desa Siboang, Desa Siwalempu, dan Desa Balukang mulai menuai sorotan saat ini.

Terkait apakah kepadatan batu agregat digunakan sesuai mutu dan berapa banyak aspal digunakan menyiram lubang menjadi atensi berbagai pihak agar fasilitas umum itu dirasakan manfaatnya.

Menanggapi hal ini, Hj. Salma selaku pihak pelaksana dari PT. Macini Raya Pratama, kepada media ini mengatakan akan segera memperbaiki jalan berlubang tersebut.

“Anak-anak (pekerja konstruksi) sudah berada di jalan untuk memperbaiki kondisi jalan berlubang itu,”ungkapnya melalui telepon, Selasa, 30 Agustus 2022.

Yunda sapaan akrab Hj. Salma, yang baru saja didaulat terpilih sebagai ketua Gapensi Sulteng itu, mengatakan pihaknya memang baru fokus melakukan item tambal sulam alias pecing-pecing tersebut.

“Iya nanda kesana mi anak-anak perbaiki jalan berlubang,”ungkapnya lagi.

TIMBUNAN BADAN JALAN DIDUGA MENGGUNAKAN TANAH

Selain jalan berlubang itu paket preservasi ini pun dihadapkan dengan penggunaan material digunakan untuk menimbun badan jalan.

Salah satunya adalah hasil pekerjaan Box Culvert di desa Siboang setelah rampung item pekerjaan itu diratakan kembali dengan menggunakan material.

Usut punya usut berdasarkan hasil pemantauan tim redaksi media ini diduga material yang digunakan untuk menimbun badan jalan itu diduga menggunakan tanah.

Bahkan tim redaksi berupaya mengambil dokumentasi gambar di lokasi yang diduga menimbun badan jalan menggunakan tanah pada item pekerjaan Box Culvert di desa Siboang.

Olehnya publik mempertanyakan apakah material timbunan menggunakan tanah itu sudah sesuai yang tercantum didalam RAB (Rencana Anggaran Biaya)?

Menanggapi hal ini, Hj. Salma melalui via telepon membantah bahwa pihaknya tidak benar menggunakan tanah sebagai material timbunan untuk badan jalan nasional.

“Tidak benar kami menggunakan tanah digunakan untuk menimbun badan jalan, terima kasih nandaku,”tegasnya.(*/Tim Redaksi)

Penulis: Aditya MuliaEditor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!