Refleksi Sejarah Pergerakan Mahasiswa di Universitas Tadulako Palu

Kembalikan Hak Politik Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor Untad?

Faizal M. Yahya S.H
Faizal M. Yahya S.H

Mahasiswa sangat strategis mengambil sebuah peranan dalam menggulinggkan kekuasaan dan menggatinya dengan sebuah tonggak baru kepemimpinan. Hal ini, pernah terjadi dalam sebuah sejarah kampus Universitas Tadulako Palu.

Belum terasa lama diingatan kita, tepatnya 15 Tahun yang lalu, pada masa kepengurusan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tadulako, dibawah kepemimpinan (Anwar -Faizal Yahya) perwakilan fakultas Kehutanan – fakultas Teknik, periode tahun 2005-2006.

Kampus bergejolak, arus perlawanan mahasiswa mendesak Rektor turun dari jabatan. Mahasiswa menonaktifkan perkuliahan, bahkan sampai memblokir kampus.

Soal Irigasi Watatu, Apakah Benar Pelaksana Disebut Hitung Sendiri Volume Pekerjaan?

Hal tersebut didasari sebuah keinginan yang kuat serta niat yang tulus ingin benar-benar mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan tinggi. Dengan memposisikan mahasiswa sebagai agent off change (agen perubahan) yang dimulai dari kampus Universitas Tadulako yang tercinta.

Masa transisi dan gejolak Dana SDOPT (Sumbangan Dana Oprasional Perguruan Tinggi) di masa kepemimpinan Rektor alm.Drs.Sahabudin Mustafa.

Sumbangan SDOPT yang dipungut setiap tahunnya dari orang tua mahasiswa  menjadi polemik kampus, dan menjadikan dasar khittah pergerakan mahasiswa pada waktu itu.

Penanganan Banjir Torue, Menteri PUPR Sepakat dengan Cudy Berbagi Tugas  

Karena secara fakta dan kasat mata, sangat berbanding terbalik dengan kondisi perubahan dan pembangunan kampus. Suasana akademik serta harmonisasi birokrasi kampus yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sikap Mahasiswa pada waktu itu jelas dan berdasar, situasi kampus tidak berjalan sehat, ada yang tidak beres dengan para pemimpin agar  segera di dorong untuk dilakukan perbaikan.

Harga mati komitmen kami adalah kudeta kepemimpinan dan meminta Senat Univesitas mengambil alih kepemimpinan dan melaksanakan kembali Pemilihan Rektor secara Demokratis dengan melibatkan mahasiswa secara langsung.

Pejabat PPTK Dinas PUPR dan Kontraktor Pelaksana Resmi Ditahan Setelah Ditetapkan Tersangka

Prof.DR.Ir Muhammad Basir Cyo.Ms, secara pribadi maupun beberapa kelompok teman-teman organisasi kampus, mengenal lebih dekat sosok beliau adalah seorang pendidik yang humanis, solutif, tenang, cerdas, dan agak sedikit humoris.

Mengispirasi kami menjadi seorang mahasiswa dan aktivis yang berkarakter dan rendah hati. Kami banyak berdiskusi dan meminta petunjuk dengan segala problematika yang ada.

Semua masalah mahasiswa mudah beliau pecahkan bahkan sesekali beliau mengorbankan materi untuk kepentingan penyelesaian study Mahasiswa. ada hal yang tak terlupakan, diingatan kami pernah bertemu secara langsung dan berbincang-bincang.

Gerindra Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Torue, Longki : Ini Panggilan Kemanusiaan

Beliau berpesan, orientasi kalian adik-adik mahasiswa apalagi aktivis itu agak sedikit kriminal cara berfikirnya, jika itu dimungkinkan dan memang sudah menjadi keharusan untuk sebuah kebenaran, manfaatkan dengan baik kecerdasan kalian dengan siapa pun itu dan dimana pun kita.

Yang terpenting ingat terbawa arus atau melawan arus itu adalah resiko, dalam situasi dan kondisi dihantam badai apapun agar tetap tenang dan berserah diri kepada Allah SWT.

Jangan kita saja yang merasa kuat di bumi ini, dihantam badai apapun itu jangan gentar karena kekuatan itu ada pada Allah SWT.

Dua periode menjabat Rektor Universitas Tadulako, adalah sebuah Jalan pengabdian. Sebagaimana cita-cita kami adalah terwujudnya kampus yang berkembang, unggul, maju di bidang pembangunan, dan berdaya saing adalah harapan kami semua.

Yang dahulunya kampus kami masih kelihatan kumuh kini telah berubah drastis di bidang pembangunan dan menjadi kenyataan menjadi kampus yang favorit dikenal di penjuru tanah air.

Bahkan mahasiswanya sudah banyak yang datang dari luar daerah Sulawesi Tengah termasuk Papua menimbah ilmu di Universitas Tadulako. Dengan kemampuan yang bisa bersaing, unggul, bahkan mampu berkompetisi di dunia Internasional.

Terimah kasih Profesor panutan kami, sebuah keharusan bagi kami untuk mengacungkan dua jempol sekaligus mengapresiasi atas usaha dan upaya melakukan lompatan keberhasilan merintis sebuah jalan terjal di Kampus Untad yang tercinta.

Harapan kami sebagai alumni, semoga pemimpin Untad saat ini dan yang akan datang  menjadi catatan penting dalam mewujudkan sebuah amanah benar-benar dilandaskan pada keikhlasan memimpin dengan hati.

Sehingga proses pembelajaran kampus dijadikan sebagai ruang pencetak generasi pendidik masa depan yang bersih dari intrik dan rekayasa politik.

Saling menguatkan satu sama lain antar sesama Civitas akademika tanpa ada proses pemakzulan atau Pelemahan terhadap individu tertentu demi terciptanya suasana Kampus Universitas Tadulako yang kondusif.

Pelibatan mahasiswa sebagai salah satu pilar Demokrasi menjadi lokomotif bangkitnya semangat baru bagi para aktivis kampus Untad, dengan melahirkan Pemimpin Untad yang tepat dan berkwalitas.

Terpilihnya Rektor berdasarkan keinginan mahasiswa, dan seluruh Civitas akademika Universitas Tadulako yang kami juluki sebagai Rektor Paripurna.

Masa era reformasi kampus, periode pertama Rektor Untad Prof.Basir Cyo Sulap sekejap pembangunan di Untad berubah total.

Di akhir – akhir masa perkuliahan kami di kampus Tadulako, masih sempat kami berkomunikasi dengan beliau dan  menjadi kepuasan tersendiri ketika Rektor yang dipercayakan oleh seluruh Civitas akademika Universitas Tadulako yang dipilih secara demokratis oleh seluruh lapisan mahasiswa kampus, pegawai, dan Senat.

Kemudian diputuskan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI. Dalam memulai kepemimpinannya benar-benar  menjalankan amanah kekuasaan itu dengan dasar niat yang baik.

Meletakkan arah dan kebijakan anggaran fokus pada pembangunan kampus dan tidak ada sedikit pun anggaran yang di atur-atur atau diplesetkan. Semua diarahkan dan dialokasikan untuk Pembangunan.

Sangat heran kemudian kalau ada oknum atau kelompok tertentu  yang ingin  mempolitisir keadaan yang tidak berdasar dengan hasrat politik sesaat.

Kami melihat fakta dan itu nyata kita bisa meraskan susana atmosfer kampus yang dikelola secara profesional, terbuka, dan fokus terhadap pembangunan Kampus.

Faizal M. Yahya S.H

(Penulis adalah Alumni Universitas Tadulako Palu, Pemerhati Kampus, Mantan Wakil Presiden Mahasiswa Untad Periode 2005-2006)

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. MEDIA FIRMANSYAH PERKASA - COPYRIGHT @ 2024
error: Content is protected !!