Warga Desa Doda di Kabupaten Sigi Beralih ke Listrik Pintar Prabayar

desa doda
Sosialisai peralihan meteran listrik paskabayar ke meteran listrik prabayar (listrik pintar) disambut gembira oleh warga masyarakat desa doda.

SIGI, FOKUSRAKYAT.NET — PT PLN (Persero) UP3 PALU, dalam hal ini Kantor Unit Layanan Pelanggan Kamonji (ULP Kamonji), Bersama dengan Kepala Desa Doda, ERIK, beserta jajaran Pemerintahan Desa mencanangkan Desa Doda sebagai Desa 100% pengguna listrik prabayar.

Dalam sosialisai peralihan meteran listrik paskabayar ke meteran listrik prabayar (listrik pintar) disambut gembira oleh warga masyarakat desa doda, sebab penggunaan listrik pintar ini memberikan banyak keuntungan, baik kepada pelanggan, PLN, maupun pemerintah daerah.

“Dengan menggunakan meteran listrik prabayar (listrik pintar) menjadi nilai positif karena masyarakat bisa menghemat penggunaan listrik dengan mengontrol langsung pemakaian secara harian,tidak terkena biaya keterlambatan/denda pembayaran ataupun sanksi pemutusan aliran listik dan Bebas dari biaya beban pemakaian.Dengan penggunaan listrik pintar juga tidak ada lagi masyarakat berasumsi petugas PLN baca meter asal-asalan karena perbedaan tagihan listrik,secara tidak langsung dengan peralihan ini” kata Erik.

Dengan sinergisitas yang sudah berjalan selama ini,Warga masyarakat juga berharap kepada PLN untuk bisa mengsupport daerah perkembangan pemukiman di wilayah Desa Doda kedepannya.

Manajemen PT PLN (Persero) UP3 PALU, melalui Manager ULP KAMONJI, Reagen Jacobis, mengapresiasi kepada Desa Doda (Pak ERIK) yang mempelopori desa tersebut menjadi desa 100% listrik pintar (listrik prabayar) pada tanggal 19 July 2022. Hal ini akan sangat berdampak terhadap percepatan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga bisa cepat diproses di Pemerintah Kabupaten untuk kemaslahatan masyarakat di Desa Doda.

Di kesempatan sama juga, PLN ULP KAMONJI melakukan sosialisasi Bahaya Listrik ke Masyarakat umum, dan  meminta kerjasama kepada masyarakat desa dan BPD terkait dengan keselamatan ketenagalistrikan. Seperti jika ada tanaman yang dekat dengan jaringan listrik dan berpotensi menyebabkan gangguan aliran listrik. Sekiranya masyarakat dapat merelakan jika ada tanamannya dipangkas agar aliran listrik bisa tetap aman untuk dinikmati oleh masyarakat.(**/ATR)

Editor: ATARISYAH AZHAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!