Tokoh Muda Alkhairaat Bantah Tudingan Baiat Ketua Utama

sadig
Habib Sadig al-Habsyi

PALU, FOKUS RAKYAT — Tokoh muda Alkhairaat, Habib Sadig al-Habsyi, meluruskan kesalahan dalam keterangan yang disampaikan oleh Steering Committee Muktamar Besar XI Alkhairaat.

“Pertama, saya menghormati Prof. Zainal. Beliau adalah guru saya dan salah seorang tokoh Alkhairaat yang memiliki rekam jejak nasional. Tetapi, beliau kurang tepat karena menyatakan bahwa saya telah membaiat Plt. Ketua Utama sebagai Ketua Utama. Ini perlu saya luruskan,” jelasnya kepada media ini, Rabu kemarin, 13 Juli 2022.

Menurut Habib Sadig, ia tidak pernah menyatakan pembaiatan kepada Habib Alwi bin Saggaf al-Jufri sebagai Ketua Utama Alkhairaat.

“Saya hanya cicit dari dua putri pernikahan Guru Tua dengan Ince Ami. Memangnya siapa saya membaiat Habib Alwi sebagai Ketua Utama? Saya tahu diri. Yang membaiat beliau adalah ayahnya sendiri. Tolong diingat, baiat adalah kata yang digunakan dalam Surat Keputusan Plt. Ketua Utama dan ditandatangani oleh ayahnya, almarhum Habib Saggaf. Surat itu menyebut penunjukan garis miring baiat. Mungkin Prof. Zainal belum membaca SK tersebut sehingga mengira saya yang membaiat Ketua Utama,” terangnya.

Habib Sadig mengaku sadar betul bahwa status Plt. Ketua Utama tidak sama dengan Ketua Utama itu sendiri. Akan tetapi, sepeninggal Habib Saggaf, secara otomatis status tersebut pindah kepada anak laki-lakinya yang tertua, yaitu Habib Alwi bin Saggaf al-Jufri.

“Kalau kita bicara tentang ahli waris, maka dalam Islam kita mengenal ilmu faraidh. Di dalamnya jelas diatur bahwa ahli waris utama dari seorang yang sudah wafat adalah anak laki-lakinya. Bukan saudara, orang tua, apalagi sepupu almarhum. Jadi, secara kultural sudah cukup jelas,” katanya.

Adapun dari sisi struktural, Habib Alwi mendapatkan mandat tertulis dalam bentuk surat keputusan yang ditandatangani oleh ayahnya, almarhum Habib Saggaf.

“Beliau sendiri menunjuk anaknya dan dilakukan secara tertulis, sehingga secara struktural keogranisasian keputusan tersebut sah. Habib Saggaf menandatangani SK Plt. Ketua Utama bagi Habib Alwi pada 2017. Empat tahun berjalan, hingga wafat, Habib Saggaf tidak pernah mengubah keputusannya tersebut. Silakan menggunakan akal sehat dan hati bersih untuk menyimpulkan fakta ini. Kira-kira, apa maksud Habib Saggaf melakukan itu semua?” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Habib Sadig menilai pembahasan Ketua Utama oleh keluarga Guru Tua tidak perlu dilakukan pada forum Muktamar XI Alkhairaat.

“Pihak keluarga tidak perlu membahas soal siapa yang pantas menjadi Ketua Utama di muktamar nanti. Penerus Habib Saggaf sudah jelas. Mari kita biarkan muktamar menjadi wadah di mana Alkhairaat adalah organisasi milik semua, sebagaimana yang dirancang oleh Guru Tua,” pungkasnya.(**/ATR)

Editor: ATARISYAH AZHAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!