Pasar Rakyat Dampelas Dinilai Mubazir Ditanggapi Serius

NCW Sulteng : Diduga Tak Sesuai Pengkajian, Sebelum Pasar Dibangun

PASAR DAMPELAS 1
FOTO : Pasar Rakyat Dampelas yang dibangun di Desa Sioyong.

DONGGALA, FOKUS RAKYAT – Pasar Rakyat Dampelas dinilai mubazir karena belum difungsikan kini mengalami kerusakan pada stuktur utama pondasi bangunan.

PASAR DAMPELAS HL
FOTO : Pasar Rakyat Dampelas yang dibangun di Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala.

Kondisi pasar ini ditanggapi dengan serius oleh pegiat korupsi di Provinsi Sulawesi Tengah, tak lain adalah LSM NCW (NUSANTARA CORUPTION WATCH) Sulteng.

PLt Ketua NCW Sulteng, Adrian, terus melakukan pengawasan korupsi nusantara khusus daerah di Sulteng, mengatakan sangat menyayangkan dengan kondisi bangunan pasar rakyat Dampelas kini memprihatinkan itu.

“Ada apa dengan pasar rakyat Dampelas ini, kok belum difungsikan sudah rusak. Kami minta di usut kualitas proyek, jangan sampai dugaan dikerjakan tidak sesuai dengan Spesifikasi,”ungkapnya kepada media FOKUS RAKYAT, Kamis, 7 April 2022.

ADRIAN NCW
FOTO : PLt Ketua NCW Sulteng, Adrian.

Dia mengatakan, selain rekanan sebagai penyedia jasa penanggungjawab proyek bangunan pasar rakyat Dampelas itu.

Kata dia, pihak PPK dan Pengguna Anggaran (PA) dengan tegas diakuinya ikut bertanggungjawab terhadap bangunan pasar rakyat Dampelas dinilai mubazir itu.

“Untuk apa dibangun pasar rakyat Dampelas sebesar itu jika tidak ditempati? Ayo silahkan jawab, kami meminta berdiskusi dengan terbuka,”terangnya.

“Kasian uang rakyat dipakai bangun pasar dipungut melalui pajak. Sedangkan asas manfaatnya sama sekali tidak ada,”terangnya lagi.

Dia menjelaskan, bangunan pasar rakyat Dampelas itu diduga kuat tidak mempunyai pengkajian dengan matang. Karena lokasi dinilai tidak strategis, dan kuota pasar sendiri tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang di sana.

“Pasar di sana itu (Sioyong) jadwal rutin sebagai pasar mingguan, dari Senin sampai dengan Minggu diatur berpindah ke desa-desa,”jelasnya.

“Makanya mau dibangun los pasar bangunan permanen begini untuk apa, dan untuk siapa. Ini harus jelas dulu pokok masalahnya di sini, karena status pasar untuk pedagang mingguan,”jelasnya lagi.

Dia menambahkan, saat ini pihaknya NCW Sulteng merampungkan data terkait kerusakan dialami pasar rakyat Dampelas belum difungsikan itu.

“Kami begitu prihatin karena tidak ada asas manfaat pasar belum difungsikan, dan dugaan kerugian keuangan negara harus ditelusuri biar tuntas,”tegasnya.

Menurutnya, pihak APH (Aparat Penegak Hukum) baik Ditkrimsus Polda Sulteng dan Bidang Pidana Khusus Kejati Sulteng di desak melakukan penyelidikan segera mungkin.

Sebelumnya diberitakan, Pasar Rakyat Dampelas yang dibangun di Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, menuai sorotan karena belum difungsikan hingga saat ini.

PASAR DAMPELAS 3

Kondisi bangunan Pasar Rakyat Dampelas itu pun, ikut disoroti karena belum difungsikan kini mengalami kerusakan.

Pihak penyedia jasa (Kontraktor) diduga mengabaikan pemeliharaan bangunan Pasar Rakyat Dampelas menelan anggaran Milyaran itu.

Pemerintah Kabupaten Donggala, melalui dinas terkait, terkesan menutup mata dengan kondisi Pasar Rakyak Dampelas belum difungsikan ini.

Berdasarkan pantauan Redaksi FOKUS RAKYAT, baru-baru ini,  kondisi Pasar Rakyat Dampelas saat ini memprihatinkan.

Terlantar, dan banyak yang sudah ditumbuhi rumput liar.

PASAR DAMPELAS 2

Sejumlah titik mengalami keretakan, termasuk pondasi bangunan, saluran drainase, dan segmen dinding ikut retak.

Segmen pekerjaan plafon di sejumlah titik nampak jatuh. Begitupun dengan kaca pintu dan jendela sudah pecah.

Kondisi Pasar Rakyat Dampelas ini dinilai mubazir belum difungsikan, sehingga diduga merugikan keuangan negara hingga Milyaran.

Dikonfirmasi terkait kondisi Pasar Rakyat Dampelas, pihak penyedia jasa, Ippang, yang dihubungi Redaksi media ini, Kamis, 31 Maret 2022.

Dia menjelaskan, pembangunan Pasar Rakyat Dampelas itu dilaksanakan pada tahun 2019.

Kata dia, sedangkan untuk masa pemeliharaanya sampai dengan tahun 2020.

“Entah bulan berapa, yang jelas masa untuk pemeliharaan sampai tahun 2020,”ungkapnya melalui WhatsApp kepada media ini.

Sedangkan untuk memfungsikan bangunan Pasar Rakyat Dampelas tersebut diakui bukan tanggungjawabnya.

“Untuk memfungsikan bangunan bukan ranah saya le,”ungkapnya lagi.

Ipanng, ketika disinggung dengan pertanyaan mutu pekerjaan sesuai dengan spek?

“Insyaallah mutu dan spesifikasi bisa di cek di lapangan,” terangnya.

Sedangkan kondisi Pasar Rakyat Dampelas kini mengalami kerusakan parah, termasuk pondasinya pecah, sejumlah titik saluran drainase patah, dan pekerjaan plafon hampir ambruk.

“Kalau untuk itu, saya tidak bisa pastikan penyebabnya,”terangnya menjawab sejumlah kerusakan itu. (*/ATR)

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!