Baru Dibangun 2021, Tembok Laut Pantai Karya Bersama Sudah Retak

Bangunan Tembok Laut Diselimuti Rumput Liar, Penyedia Jasa Diduga Abaikan Pemeliharaan

TEMBOK LAUT HL
FOTO : Pembangunan Tembok Laut Pantai Karya Bersama, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

PASANGKAYU, FOKUS RAKYAT — Proyek Pembangunan Tembok Laut Pantai Karya Bersama, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, meski baru dikerjakan menggunakan anggaran tahun 2021.

Pantauan redaksi Fokus Rakyat, belum lama ini, kondisi proyek melekat pada Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS. Kaluku-Karama, WS. Palu-Lariang Provinsi Sulawesi Barat, itu sudah muncul sejumlah retakan memanjang.

TEMBOK LAUT 1

Bahkan, proyek dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Citra Putera La Terang dengan nilai kontrak Rp9,5 Miliar ini, diduga diabaikan masa pemeliharaanya.

Sepanjang tembok laut pantai Karya Bersama itu nampak dipenuhi rerumputan liar.

TEMBOK LAUT 2

Begitu pun dengan saluran drainase diduga tidak berfungsi lagi, kini kondisinya sudah ditimbun tanah.

Sementara itu, PPK Sungai dan Pantai di SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS. Kaluku-Karama, WS. Palu-Lariang Provinsi Sulawesi Barat, dikonfirmasi terkait kondisi pembangunan tembok laut pantai Karya Bersama di Pasangkayu itu.

PPK Sungai dan Pantai dihubungi melalui nomor kontak WhatsApp, Rabu, 9 Maret 2022.

Hingga berita ini ditayangkan, PPK Sungai dan Pantai belum bersedia menanggapinya.

Berikut item pertanyaan tim redaksi kami ke Pak Kabalai terkait Pembangunan Tembok Laut Pantai Karya Bersama Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat :

  1. Tim redaksi kami mempertanyakan pengawasan mutu pekerjaan tembok laut pantai karya bersama ini, khususnya metode kerja dan material yang digunakan. Mohon konfirmasinya?
  2. Berkaitan dengan mutu pekerjaan itu, redaksi kami menemukan hasil pekerjaan di lapangan diduga tidak sesuai dengan spek, kondisi memprihatinkan tembok pantai berjarak 5 meter mengalami retak memanjang hingga bawah. Olehnya kami mempertanyakan hasil pekerjaan sesuai spek, Mohon penjelasanya?
  3. Tim redaksi kami pun mempertanyakan diduga penyedia jasa mengabaikan pemeliharaan bangunan tembok laut pantai Karya Bersama?
  4. Kami menemukan bangunan tembok laut pantai sudah diselimuti rumput liar, mohon konfirmasinya?
  5. Selain itu ditemukan saluran drainase pun tertimbun tanah hingga tertutup, karena diduga pengguna dan penyedia jasa mengabaikan pemeliharaan. Mohon konfirmasinya?

Senada dengan hal ini, Kepala BWSS III Palu, Taufik S, ST MT, yang dikonfirmasi media ini terkait pembangunan tembok laut pantai Karya Bersama dengan item pertanyaan sama.

Kabalai memilih bungkam dan terkesan enggan menanggapinya disentil wartawan terkait kondisi proyek tembok laut tersebut.(*/atr)

Editor: Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!