Banjir Rob Sering Rendam Ruas Jalan Nasional di Sirenja Segera Ditangani, PPK : Sepanjang 1.4 Kilometer Diperbaiki, Ketinggian 1.5 Meter dari Tanah

banjir rob
RUSAK : Kondisi jalan nasional rusak akibat sering direndam banjir air rob di Kecamatan Sirenja.(DOK)

Banjir Rob dengan naiknya permukaan air laut sering rendam Ruas Jalan Nasional Tompe – Tonggolobibi, Dua Desa (Tompe-Lompio) di Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, segera ditangani Pihak Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 BPJN Sulteng.

Penanganan Banjir Rob itu masuk didalam paket pekerjaan Proyek Rekonstruksi Jalan Kalawara – Kulawi dan Sirenja dengan titik lokasi di Ruas Tompe – Tonggolobibi.

Proyek ini dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan nilai kontrak Rp156.616.896.000 pada tahun anggaran 2021 – 2023.

Eko Prasetyo Galih ST, selaku PPK paket pekerjaan Rekonstruksi Jalan Kalawara – Kulawi dan Sirenja, saat ditemui sejumlah wartawan, di salah satu Warkop di Kota Palu, membenarkan segera menangani Banjir Rob sering rendam Dua Desa di Kecamatan Sirenja di Ruas Tompe – Tonggolobibi itu.

“Iya benar, kami segera tangani Banjir Rob rendam Dua Desa di Kecamatan Sirenja,”ungkap PPK Eko kepada wartawan, Rabu kemarin, 16 Februari 2022.

Dia mengatakan, secara teknis penanganan Banjir Rob ini sepanjang 1.4 Kilometer, dan ketinggian dari dasar 1.5 meter dari tanah dan rumah warga.

“Kami tangani di Ruas Tompe – Tonggolobibi lebih pas dari titik 89 Kilometer sampai titik 90 Kilometer,”ungkapnya lagi.

Dia menambahkan, selain kondisi ruas jalan terendam diperbaiki sisinya juga menggunakan bahu jalan. Bahkan kondisi jalan ditinggikan menggunakan Talud pasangan batu di sisi kiri dan kanan.

“Pinggiran laut akan kita tanggul untuk metode pelaksanaan, jangan sampai masuk ke pekerjaan karena air laut berbahaya,”terangnya.

Menurutnya, pekerjaan saat dimulakan kemungkinan menggunakan jalan darurat, setengah badan jalan dikerjakan dan setengah dibuka. Opsi lain, bisa jadi diterapkan buka – tutup jika setenganya tidak efektif.

“Enggak lama kok buka – tutupnya, metode kerja lama itu paling dihampar dan padatkan saja. Karena kondisi tanah turun beberapa centimeter disana,”pungkasnya.

Sementara itu, Rifal, salah seorang pengendara ditemui media ini mengaku mengeluhkan kondisi ruas jalan nasional direndam Banjir Air Rob itu.

“Kasian motor kami pak (Wartawan,red), motor kami digandeng gerobak saat melintas dari Palu ke Pantai Barat Donggala,”ungkapnya.

Dia mengatakan, ada dua spot kondisi ruas jalan yang digenangi Banjir Air Rob. Sehingga pengendara menaiki gerobak dorong sebanyak dua kali dengan upah Rp50 ribu, berarti Rp100 ribu dibayarkan untuk melintas sampai ujung jalan.

“Kami berharap kondisi ruas jalan nasional ini segera diperbaiki oleh pemerintah,”tegasnya.(*/ATR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!