iklan

Direksi CV. Bintang Victoria No Coment, Disentil Pekerjaan Jalan Aspal BTN Lasoani Volume Diduga Dikurangi

DIREKSI
PAPAN PROYEK : Pengaspalan kompleks BTN Lasoani Bawah, sampai dengan Peningkatan Pekuburan Umum Tanamaheba itu, tampak material Batu Split pada agregat pokok 5/7, 3/5 dan 2/3   diduga telah kurangi.(DOK)
pasang-iklan-anda-disini

Direksi dan jajaran lainnya sebagai penanggungjawab CV. Bintang Victoria, selaku kontraktor pelaksana pekerjaan jalan aspal di BTN Lasoani Bawah, terkesan tutup mata terhadap pekerjaan itu.

Bahkan, direksi CV. Bintang Victoria no coment, disentil pekerjaan jalan aspal di BTN Lasoani diduga volumenya dikurangi tersebut.

PASANG IKLAN

Sejumlah wartawan yang tergabung di dalam media online indonesia (MOI) ini, berupaya menghubungi direksi CV. Bintang Victoria, melalui pesan WhatsApp-nya, baru-baru ini.

Pesan WhatsApp berisikan permintaan redaksi media ini untuk mengkonfirmasi demi perimbangan pemberitaan terkait volume diduga dikurangi pada pekerjaan jalan aspal di BTN Lasoani Bawah.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, direksi CV. Bintang Victoria terkesan no coment, dan tidak merespon positif terkait pemberitaan itu.

Diberitakan pada edisi sebelumnya, volume diduga dikurangi pada pekerjaan jalan aspal di kompleks BTN Lasoani Bawah, kelurahan Lasoani, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelaksanaan proyek jalan aspal di kelurahan Lasoani itu volume diduga dikurangi oleh kontraktor pelaksananya yakni CV. Bintang Victoria.

volume hl
FOTO : Volume Lapis Resap Pengikat (Primecoat) dan Lapis Perekat (Tack Coat) diduga sangat tipis. Karena, material batu tidak terbungkus baik dengan aspal.(DOK)

Bahkan kualitas proyek pengaspalan kompleks BTN Lasoani Bawah, sampai dengan Peningkatan Pekuburan Umum Tanamaheba itu, tampak material Batu Split pada agregat pokok 5/7, 3/5 dan 2/3   diduga telah kurangi.

Proyek pekerjaan jalan aspal melekat di Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu, yang dilaksanakan oleh CV. BINTANG VICTORIA, Jalan BANTENG III NO. 19 B – Palu (Kota) – Sulawesi Tengah, dengan Nilai Kontrak Rp. 381.263.419,81.

Berdasarkan pantauan sejumlah wartawan di lokasi pekerjaan, pada Volume Lapis Resap Pengikat (Primecoat) dan Lapis Perekat (Tack Coat) diduga sangat tipis. Karena, material batu tidak terbungkus baik dengan aspal.

Pekerjaan proyek Pengaspalan di Kompleks BTN Lasoani Bawah tersebut, diprotes keras oleh warga setempat, karena diduga metode pekerjaannya yang tidak benar.

Meski baru selesai dikerjakan Desember 2021, sebagaimana juga hasil pantauan Awak Media di lokasi, sebagian besar kini kondisi agregat batu pokok mulai timbul.

Bahkan, jalan pun tampak tidak rata, dan rapuh, karena materialnya mudah terlepas dari posisinya.

Ketika sejumlah wartawan tergabung di dalam media online mendatangi lokasi pada Kamis, 16 Desember 2021, tampak tidak ada lagi aktivitas pada proyek tersebut, terkait tanggung jawab pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana.

Salah seorang warga, Adi, kepada sejumlah wartawan, mengatakan para pekerja sudah tidak beraktivitas sejak berakhir pekerjaan.

“Kami juga tidak melihat adanya tanggung jawab dari pihak penyedia jasa tak lain kontraktor pelaksananya,” ungkapnya kepada wartawan.

“Semua peralatan juga sudah tidak ada di sini sejak saat itu,”ungkapnya lagi yang ditemui di area dekat lokasi pekerjaan jalan aspal itu.

Untuk ditekahui, berdasarkan pantauan sejumlah wartawan juga menemukan permukaan aspal Lapen memang tampak tidak rata, dan terdapat beberapa agregat pokok maupun pengunci yang masih muncul di permukaan, yang tampak tidak digilas.

Karena, pekerjaan aspal Lapen itu diduga menggunakan  abubatu sangat tipis sebagai lapis penutup, mereka (CV. Bintang Victoria) hanya memanfaatkan dan menggunakan material pasir disekitar lokasi kegiatan sebagai lapis penutup.

Kuat dugaan, ruas jalan yang dikerjakan tersebut hanya satu kali penyiraman pada saat setelah pemadatan agregat pengunci batu split 2-3.

Begitu pun dengan Batu pondasi di bagian pinggir juga terlihat seperti tidak digilas alat berat, bahkan mudah terlepas jika didorong dengan kaki.

Ada beberapa  bagian yang agregat penutupnya menggunakan pasir kali maupun pasir cadas dengan butiran besar, tidak dalam bentuk bubuk batu hasil olahan.(**/Atr)

LAPORAN : TIM INVESTIGASI GABUNGAN WARTAWAN MEDIA ONLINE INDONESIA

Baca juga : Volume Diduga Dikurangi Pekerjaan Jalan Aspal di BTN Lasoani Bawah, Pelaksana Proyek CV. Bintang Victoria

Baca juga : Suami Bacok Istri di Surumana Kini Dilarikan ke Puskesmas Sarjo, Diduga Istri Dua Hari Tak Pulang

Baca juga : Seorang Nelayan Dikabarkan Tewas Disambar Petir Memancing di Tengah Laut, Berangkat ke Rumpon Ikan 10 Mil dari Darat

iklan kepala
pasang iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. MEDIA FIRMANSYAH PERKASA - COPYRIGHT @ 2024
error: Content is protected !!