Kondisi Jalan Nasional di Wilayah III BPJN Sulteng Rusak Diduga tak Ditangani Serius, Padahal Anggaran Digelontorkan Besar Setiap Tahun

FOTO -- Kondisi ruas jalan nasional, tepatnya di Desa Lemboroma menghubungkan desa Korowou (Lemboroma-Korowou), Morowali Utara (Morut), kini dikeluhkan warga setempat, Senin kemarin, 24 Agustus 2021.

FOKUS RAKYAT.NET, MOROWALI UTARA — Kondisi ruas jalan nasional, tepatnya di Desa Lemboroma menghubungkan desa Korowou (Lemboroma-Korowou), Morowali Utara (Morut), kini dikeluhkan warga setempat, Senin kemarin, 24 Agustus 2021.

Bahkan, para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintasi ruas jalan nasional itu, ikut merasakan dampak kerusakan yang dialami ruas jalan nasional tersebut.

Baca juga : Kepedulian Kajati Sulteng Terhadap Pelaku UMKM Sangat Tinggi, Firdaus : Pedagang Kecil Tutup Usahanya Kita Bantu Modal!

Pasalnya, salah satu titik jalan penghubung antar Provinsi tersebut, terdapat kerusakan parah di bagian pinggir jalan.

Sehingga membuat para pengendara, yang melintas dari arah berbeda menuju kabupaten berbeda, dan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Provinsi Sulawesi Selatan, harus berhati hati-hati dan waspada.

Baca juga : Gedung Baru Kejati Sulteng, Pekerjaan Kini Memasuki Tahap Lantai II dan Lantai III

Informasi diperoleh sejumlah wartawan, Senin, 24 Agustus 2021, bahwa kondisi rusaknya bahu jalan tersebut, akibat sering diterjang aliran air sungai.

Begitupun dengan curah hujan yang sangat tinggi.

Baca juga : Aparat di Polsek Balaesang Razia Miras, Jerigen Berisikan Cap Tikus Diamankan di Rumah Pedagang di Desa Labean

Akan tetapi, faktor kurangnya perhatian serius dari para pelaku jasa, serta dari pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian PUPR, dalam mengawasi kondisi tersebut dinilai cukup lemah.

Salah seorang warga setempat, Irwan, kepada wartawan mengakui bahwa kondisi jalan saat ini tentu berbahaya, dan dapat membahayakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Baca juga : Pengangkatan Tenaga Ahli Gubernur Sulteng Diduga Menyeret Nama Tersangkut Korupsi, LS ADI : Sangat Disayangkan!

“Terlebih di malam hari, di sekitar jalan itu minim lampu penerangan,” ungkap Irwan, warga setempat saat melintasi ruas jalan itu.

Dia mengatakan, jika kondisi tidak segera diperbaiki tentunya akan lebih berbahaya.

Baca juga : Polda Sulteng : Momen Kemerdekaan Diharap Poso Buka Lembaran Baru Lebih Aman, Semua Pihak Menunggu Niat Baik Ali Kalora Cs

Kata dia, karena semakin lama dibiarkan bisa saja kerusakan semakin melebar ke badan jalan mengingat cuaca curah hujan tinggi.

“Kalau ini dibiarkan terus-menerus dapat mengikis tebing jalan, bukan tidak mungkin akan terjadi amblas lebih besar,” jelasnya.

Baca juga : Pelaku Pencurian di Desa Lombonga Diamankan Polisi, Kapolsek Balaesang : Tersangka Pertanggungjawabkan Perbuatanya

Menurutnya, sebagai warga berharap segera diperbaiki oleh pemerintah, minimal bagian tebing yang rusaknya di pasang beronjong atau dibuatkan DAM baru, agar kondisi bahu jalan tersebut tidak semakin parah.

Terpisah, Sementara itu Endri, selaku Kepala Satuan Kerja (Kasatker), Wilayah III, BPJN  Sulteng, Kementerian PUPR, kepada tim investigasi wartawan lokal di Sulteng, mengatakan, ruas jalan itu akan segera ditindaklanjuti, dan sudah disampaikan ke pihak PPK-nya.

Baca juga : Pertandingan Sepak Bola Dibubarkan Polisi, Ternyata Langgar PPKM

Sementara itu,  Job Turang selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), saat dikonfrimasi tim investigasi wartawan lokal di Sulteng, mengatakan akan segera menindaklanjuti kondisi ruas jalan itu.

Padahal, sejumlah wartawan kerap mengingatkan pihak PPK, Job Turang, terkait hal tersebut sebelum terjadi hal hal yang lebih parah lagi di lapangan.

Sayangnya, peringatan itu tidak diperhatikan, padahal anggaran yang digelontorkan setiap tahun sangat besar.(**/TIM/ATR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!