iklan
iklan
hut palu web

Wakil Gubernur : Pengentasan Kemiskinan di Sulteng Jadi Prioritas

FOTO : Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Mamun Amir, Membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah dan Reformasi Birokrasi, Kantor Bappeda, 29 Juni 2021.
iklan kiri dan kanan

FOKUS RAKYAT.NET, PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H Ma’mun Amir, membuka Rapat Koordinasi (Rakor).

Terkait, penanggulangan Kemiskinan Daerah, dan Reformasi Birokrasi, yang dipusatkan di kantor Bappeda Sulteng, Selasa, 29 Juni 2021.

Pada kesempatan Itu , Wakil Gubernur Ma’mun Amir,¬† sebelum membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah.

Wakil Gubernur, menyampaikan Gagasan Besar Gubernur dan Wakil Gubernur sesuai dengan Visi dan Misi ‘Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah Lebih Sejahtra dan Lebih Maju’.

Kata dia, Pertama dilakukan adalah pengentasan Kemiskinan dan Kesejahtraan Menjadi Prioritas.

“Pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas kami bersama Bapak Gubernur (Rusdy Mastura.red),” ungkapnya.

“Kebijakan kami bersama Gubernur bahwa pembangunan Infrastruktur yang mendukung produktifitas ekonomi masyarakat,” ungkapnya lagi.

Kata dia, Kedua, bantuan Langsung Tunai masyarakat ke depan dilakukan evaluasi BLT, ke depan dapat diberikan untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat atas keahlian yang dimiliki .

Dia menambahkan, ketiga, program peningkatan pembangunan Kabupaten dengan dukungan Rp.100 Miliar.

“Untuk masing -masing kabupaten dan kota,¬† pemanfaatannya ke depan untuk program prioritas sesuai dengan Musrenbang Kab/Kota dan Prioritas pembangunan Propinsi Sulawesi Tengah,” terangnya.

Dia menjelaskan, keempat, percepatan pembentukan Daerah Otonom Baru, seperti pembentukan Kota dibeberapa daerah yang memiliki potensi.

“Seperti pembentukan Kota Luwuk, Kota Poso, dan Kota Parigi , kalaupun saat ini ada Morotorium untuk pemekaran tetapi perlu kita lakukan Feasibility Study,” jelasnya.

Menurutnya, kelima, mempercepat penyelesaian Masalah Separatis  Poso dengan pendekatan Kesejahtraan dan Pembangunan masyarakat Poso.

“Kami mengharapkan kita menyelesaikan masalah harus berbasis kepentingan masyarakat,” jelasnya lagi.

Terakhir kata dia, filosopi yang menyatakan Kalau burung bisa kita tembak dengan Katapel kenapa kita harus tembak dengan mariam, Filosopi ini yang kita pakai untuk menyelesaikan masalah yang ada.(**/Biro ADM/man)

iklan
iklan HL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pasang iklan
error: Content is protected !!